Tujuh Tewas dalam Demonstrasi di Myanmar, Tentara Dituduh Gunakan Taktik Perang
Kamis, 11 Maret 2021 - 15:54 WIB
loading...
A
A
A
Semalam, orang-orang menentang jam malam untuk menyalakan lilin di beberapa bagian Yangon dan juga di Myingyan, barat daya kota kedua Mandalay.
Sebelum korban terbaru berjatuhan, kelompok advokasi Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik mengatakan lebih dari 60 pengunjuk rasa telah tewas dan sekitar 2.000 orang ditahan oleh pasukan keamanan sejak kudeta 1 Februari terhadap pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi.
Baca juga: Pengakuan Eks Polisi Myanmar: Tembak Mereka Sampai Mati
Sementara itu, Amnesty International menuduh tentara Myanmar menggunakan kekuatan mematikan terhadap pengunjuk rasa dan mengatakan banyak pembunuhan yang didokumentasikan sama dengan eksekusi di luar hukum.
"Ini bukanlah tindakan kewalahan, petugas individu membuat keputusan yang buruk," kata Joanne Mariner, Direktur Respon Krisis di Amnesty International.
"Ini adalah komandan yang tidak menyesal telah terlibat dalam kejahatan terhadap kemanusiaan, mengerahkan pasukan dan metode pembunuhan di tempat terbuka," ia menambahkan.
Sebelum korban terbaru berjatuhan, kelompok advokasi Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik mengatakan lebih dari 60 pengunjuk rasa telah tewas dan sekitar 2.000 orang ditahan oleh pasukan keamanan sejak kudeta 1 Februari terhadap pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi.
Baca juga: Pengakuan Eks Polisi Myanmar: Tembak Mereka Sampai Mati
Sementara itu, Amnesty International menuduh tentara Myanmar menggunakan kekuatan mematikan terhadap pengunjuk rasa dan mengatakan banyak pembunuhan yang didokumentasikan sama dengan eksekusi di luar hukum.
"Ini bukanlah tindakan kewalahan, petugas individu membuat keputusan yang buruk," kata Joanne Mariner, Direktur Respon Krisis di Amnesty International.
"Ini adalah komandan yang tidak menyesal telah terlibat dalam kejahatan terhadap kemanusiaan, mengerahkan pasukan dan metode pembunuhan di tempat terbuka," ia menambahkan.
Lihat Juga :