Kapal Perang AS Lintasi Selat Taiwan Setelah Peringatkan Invasi China
Kamis, 11 Maret 2021 - 14:19 WIB
loading...
A
A
A
Taiwan hidup di bawah ancaman invasi terus-menerus oleh China yang otoriter, yang memandang pulau itu sebagai bagian dari wilayahnya yang menunggu untuk dipersatukan kembali, dengan kekerasan jika perlu.
Presiden Xi Jinping telah menjadi pemimpin yang paling suka berperang sejak Mao, menggambarkan penyitaan Taiwan sebagai "tak terhindarkan".
Beijing telah meningkatkan tekanan militer, diplomatik, dan ekonomi terhadap Taiwan sejak terpilihnya Presiden Tsai Ing-wen pada tahun 2016, yang memandang pulau itu "sudah merdeka" dan bukan bagian dari "satu China".
Baca juga: Nilai AS 'Lebay', China: Klaim Beijing Invasi Taiwan Hanya untuk Tingkatkan Anggaran
Tahun lalu, jet militer China membuat rekor 380 serangan ke zona pertahanan Taiwan, dengan beberapa analis memperingatkan bahwa ketegangan antara kedua belah pihak mencapai puncaknya sejak pertengahan 1990-an.
Presiden Xi Jinping telah menjadi pemimpin yang paling suka berperang sejak Mao, menggambarkan penyitaan Taiwan sebagai "tak terhindarkan".
Beijing telah meningkatkan tekanan militer, diplomatik, dan ekonomi terhadap Taiwan sejak terpilihnya Presiden Tsai Ing-wen pada tahun 2016, yang memandang pulau itu "sudah merdeka" dan bukan bagian dari "satu China".
Baca juga: Nilai AS 'Lebay', China: Klaim Beijing Invasi Taiwan Hanya untuk Tingkatkan Anggaran
Tahun lalu, jet militer China membuat rekor 380 serangan ke zona pertahanan Taiwan, dengan beberapa analis memperingatkan bahwa ketegangan antara kedua belah pihak mencapai puncaknya sejak pertengahan 1990-an.
(ian)
Lihat Juga :