Menlu AS Kutuk Pembersihan Etnis di Tigray Ethiopia
Kamis, 11 Maret 2021 - 09:08 WIB
loading...
A
A
A
Pengunduran diri seorang diplomat senior akan menambah tekanan pada Abiy, yang dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian pada 2019 atas upayanya untuk berdamai dengan Eritrea setelah permusuhan selama beberapa dekade.
Baca juga: Tentara Ethiopia pada Wanita Korban Perang Tigray: 'Pilih, Saya Bunuh atau Perkosa'
Berbagai laporan yang mengutip saksi dan orang yang selamat telah menyebutkan keterlibatan pasukan dari negara tetangga Eritrea, yang menyangkal kehadiran militer, dalam pembunuhan massal, dalam pemerkosaan dan kejahatan lainnya di wilayah utara Ethiopia.
Sementara itu, Kepala Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa, Michelle Bachelet, pekan lalu mengatakan kantornya telah menguatkan pelanggaran berat yang bisa disebut sebagai kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan, sementara pejabat kemanusiaan telah memperingatkan bahwa semakin banyak orang yang mungkin mati kelaparan di Tigray.
Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan pada Selasa kepada dewan Uni Afrika, Abiy mengatakan pemerintah Ethiopia telah mengambil langkah konkret untuk menangani dugaan pelanggaran hak asasi manusia dan telah mengisyaratkan kesediaannya untuk bekerja sama dengan badan-badan PBB yang relevan untuk tujuan penyelidikan ini.
Baca juga: Horor,222 Tewas dalam Pembantaian di Sebuah Desa Ethiopia
Baca juga: Tentara Ethiopia pada Wanita Korban Perang Tigray: 'Pilih, Saya Bunuh atau Perkosa'
Berbagai laporan yang mengutip saksi dan orang yang selamat telah menyebutkan keterlibatan pasukan dari negara tetangga Eritrea, yang menyangkal kehadiran militer, dalam pembunuhan massal, dalam pemerkosaan dan kejahatan lainnya di wilayah utara Ethiopia.
Sementara itu, Kepala Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa, Michelle Bachelet, pekan lalu mengatakan kantornya telah menguatkan pelanggaran berat yang bisa disebut sebagai kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan, sementara pejabat kemanusiaan telah memperingatkan bahwa semakin banyak orang yang mungkin mati kelaparan di Tigray.
Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan pada Selasa kepada dewan Uni Afrika, Abiy mengatakan pemerintah Ethiopia telah mengambil langkah konkret untuk menangani dugaan pelanggaran hak asasi manusia dan telah mengisyaratkan kesediaannya untuk bekerja sama dengan badan-badan PBB yang relevan untuk tujuan penyelidikan ini.
Baca juga: Horor,222 Tewas dalam Pembantaian di Sebuah Desa Ethiopia
(ian)
Lihat Juga :