Hamil Tanpa Berhubungan Seks, Wanita Ini Dijuluki ‘Perawan Maria’-nya Inggris
Selasa, 09 Maret 2021 - 15:51 WIB
loading...
A
A
A
“Pacar saya pada saat itu sering harus ikut dengan saya ke tempat pertemuan untuk menjelaskan bahwa kami benar-benar tidak pernah berhubungan seks,” kata Moore.
“Saya ingat pernah melakukan pemeriksaan di rumah sakit dan tidak dapat melakukan pemeriksaan internal karena perawat tidak dapat memasukkan jarinya,” paparnya.
"Saya mencoba menjelaskan kepadanya bahwa saya masih belum berhubungan seks dan dia berkata kepada saya, 'Jangan konyol, tentu saja Anda pernah'."
Moore akhirnya didiagnosis dengan vaginismus ketika dia hamil empat bulan dan kehilangan keperawanannya sebulan kemudian.
Dia melahirkan putrinya Tilly, yang sekarang berusia delapan tahun, tanpa masalah apapun.
“Dengan bantuan terapis, saya mulai menggunakan dilator dan dapat melihat cahaya di ujung terowongan,” katanya.
Moore tidak lagi dengan ayah Tilly, tetapi mengatakan mantan pasangannya itu selalu mendukung perjuanganya yang didiagnosis dengan vaginismus.
“Saya masih menderita vaginismus tapi sekarang saya tahu bagaimana mengatasinya dan tidak seburuk itu,” katanya.
“Saya masih belum bisa melakukan hal-hal tertentu, seperti memasukkan tampon, tapi saya merasa sangat beruntung sekarang bisa memiliki kehidupan seks yang normal,” paparnya.
“Tilly jelas merupakan keajaiban kecil saya. Kami mendapatkan hidup terbaik bersama dan memilikinya adalah hal terbaik yang pernah saya lakukan.”
“Saya ingat pernah melakukan pemeriksaan di rumah sakit dan tidak dapat melakukan pemeriksaan internal karena perawat tidak dapat memasukkan jarinya,” paparnya.
"Saya mencoba menjelaskan kepadanya bahwa saya masih belum berhubungan seks dan dia berkata kepada saya, 'Jangan konyol, tentu saja Anda pernah'."
Moore akhirnya didiagnosis dengan vaginismus ketika dia hamil empat bulan dan kehilangan keperawanannya sebulan kemudian.
Dia melahirkan putrinya Tilly, yang sekarang berusia delapan tahun, tanpa masalah apapun.
“Dengan bantuan terapis, saya mulai menggunakan dilator dan dapat melihat cahaya di ujung terowongan,” katanya.
Moore tidak lagi dengan ayah Tilly, tetapi mengatakan mantan pasangannya itu selalu mendukung perjuanganya yang didiagnosis dengan vaginismus.
“Saya masih menderita vaginismus tapi sekarang saya tahu bagaimana mengatasinya dan tidak seburuk itu,” katanya.
“Saya masih belum bisa melakukan hal-hal tertentu, seperti memasukkan tampon, tapi saya merasa sangat beruntung sekarang bisa memiliki kehidupan seks yang normal,” paparnya.
“Tilly jelas merupakan keajaiban kecil saya. Kami mendapatkan hidup terbaik bersama dan memilikinya adalah hal terbaik yang pernah saya lakukan.”
(min)
Lihat Juga :