Paus Fransiskus: Kunjungan Selanjutnya ke Lebanon yang Menderita

Selasa, 09 Maret 2021 - 05:03 WIB
loading...
Paus Fransiskus: Kunjungan...
Paus Fransiskus mengunjungi Kota Tua Mosul, Irak, 7 Maret 2021. Foto/REUTERS
A A A
BEIRUT - Paus Fransiskus mengatakan kunjungan berikutnya adalah ke Lebanon yang "menderita".

Sky News Arabia melaporkan hal itu mengutip pernyataan Paus yang membuat pengumuman dalam penerbangan pulang ke Vatikan dari Irak.

"Patriark al-Rahi Lebanon meminta saya dalam perjalanan ini untuk singgah di Beirut. Masalahnya tampak kecil bagi saya. Ini adalah kehancuran di depan apa yang diderita Lebanon. Saya menulis surat kepadanya dan berjanji mengunjungi Lebanon, Lebanon hari ini sedang dalam krisis, dan di sini saya tidak ingin menyimpang dari siapa pun. Ini adalah krisis eksistensial. Perjalanan saya berikutnya adalah ke Lebanon," papar Paus Fransiskus.

Baca juga: Paus Fransiskus Dengarkan Lantunan Al-Qur’an di Tempat Lahir Nabi Ibrahim

Paus telah mengakhiri kunjungan bersejarah ke Irak, yang berlangsung selama empat hari.

Baca juga: Video Ungkap Drone 'Samad' Buatan Iran Diluncurkan Houthi ke Arab Saudi

“Lebanon adalah satu pesan. Lebanon sedang dalam penderitaan. Lebanon mewakili lebih dari sekedar keseimbangan. Lebanon memiliki beberapa kelemahan yang diakibatkan keragaman, sebagian dari keragaman ini belum dapat didamaikan, tetapi Lebanon memiliki kekuatan rakyat yang telah berdamai, seperti kekuatan pohon Cedar,” ujar Paus Fransiskus.

Baca juga: AS Kerahkan Pasukan dan Peralatan Militer Tambahan ke Suriah Timur

Lebanon mengalami krisis politik dan ekonomi. Dalam perkembangan terbaru, Presiden Lebanon mengatakan kepada pasukan keamanan untuk mencegah penutupan jalan setelah pengunjuk rasa menutup jalan utama di penjuru negeri selama tujuh hari berturut-turut pada Senin.

Demonstran marah karena lebih dari setahun krisis ekonomi dan kelumpuhan politik selama berbulan-bulan.

Pihak keamanan dan pejabat pemerintah memerintahkan tindakan keras terhadap siapa pun yang melanggar undang-undang moneter dan kredit, termasuk biro valuta asing.

Sejak pound Lebanon, yang telah kehilangan 85% nilainya, jatuh ke level terendah baru pekan lalu, pengunjuk rasa telah memblokir jalan setiap hari.

“Kami telah mengatakan beberapa kali bahwa akan ada eskalasi karena negara tidak melakukan apa-apa,” ungkap Pascale Nohra, pengunjuk rasa di jalan raya utama di daerah Jal al-Dib.

Ketika krisis keuangan Lebanon meletus pada akhir 2019, gelombang protes massal mengguncang negara itu.

Kemarahan meluap pada para pemimpin yang dianggap membiarkan korupsi di negara itu selama beberapa dekade.

Puluhan ribu lapangan kerja telah hilang, rekening bank dibekukan, dan banyak warga yang jatuh miskin.

Pada Senin, tiga jalan utama menuju selatan ke ibukota diblokir. Di Beirut, pengunjuk rasa menutup jalan di depan bank sentral.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Israel Rebut Kastil...
Israel Rebut Kastil Beaufort di Nabatieh, Situs Bersejarah Strategis Milik Lebanon
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Trump Segera Gunakan...
Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews
Rekomendasi
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah Mitra melalui Pra-Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Ikut Audisi Miss Indonesia...
Ikut Audisi Miss Indonesia 2026, Wakil dari Sumut Ini Ingin Menginspirasi Perempuan Indonesia
Berita Terkini
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved