AS Kerahkan Pasukan dan Peralatan Militer Tambahan ke Suriah Timur

loading...
AS Kerahkan Pasukan dan Peralatan Militer Tambahan ke Suriah Timur
Kendaraan Tempur Bradley berpatroli di ladang minyak Suwaydiyah, Hasakah, Suriah, 13 Februari 2021. Foto/afp/nydailynews
DAMASKUS - Amerika Serikat (AS) telah mengerahkan tentara tambahan dan peralatan militer ke timur laut Suriah .

“Empat pesawat militer AS, termasuk dua helikopter, mendarat pada siang kemarin di pangkalan militer AS di kota Ash Shaddadi, dekat Al-Hasakah setelah melakukan perjalanan dari Irak,” ungkap laporan kantor berita Suriah, SANA.

SANA juga menyebutkan bahwa sejumlah helikopter membawa tentara Amerika dan 20 kotak kayu berisi rudal termal.

AS Kerahkan Pasukan dan Peralatan Militer Tambahan ke Suriah Timur


Menurut laporan itu, pada Sabtu, tiga helikopter tentara AS mendarat di pangkalan itu dengan 15 Marinir di dalamnya, selain membawa peralatan logistik, amunisi, dan senjata.



Baca juga: Gertak Iran, Bomber B-52 AS dan F-15 Israel Berkeliaran di Atas Teluk Persia

Tidak jelas berapa banyak pasukan AS yang saat ini berbasis di Suriah.

Lihat infografis: Terancam, AS Kerahkan AN/TWQ-1 Avenger di Suriah dan Irak

Sebelumnya dilaporkan AS berencana mengerahkan sistem rudal pertahanan udara jarak pendek AN/TWQ-1 Avenger di Suriah dan Irak.

Lihat infografis: Tentara Myanmar Takut dengan Pakaian Dalam Perempuan



Kehadiran sistem rudal itu untuk melindungi pasukan darat dari meningkatnya ancaman serangan pesawat tak berawak (drone).

Laporan yang diterbitkan Forbes itu mengatakan foto-foto yang beredar di media sosial pada akhir Februari menunjukkan Avengers yang diangkut di jalan raya dari Irak ke Suriah kemungkinan besar karena sistem rudal pertahanan udara dibawa ke pasukan AS di wilayah Deir Ez-Zor, timur Suriah.

Laporan itu mengatakan, bersama dengan peluncur rudal FIM-92 Stinger, Avenger dirancang melindungi infanteri dari pesawat yang terbang rendah, rudal jelajah, helikopter, dan drone.

Hingga awal tahun lalu, pangkalan militer yang menampung pasukan AS di Irak tidak memiliki sistem pertahanan udara.

Kerentanan mereka ditunjukkan ketika Iran menyerang dua pangkalan dengan rudal balistik pada Januari 2020, sebagai pembalasan atas pembunuhan Jenderal Iran Qasem Soleimani oleh AS di dekat Bandara Internasional Baghdad.

Sejak itu, Washington telah mengerahkan rudal Patriot MIM-104 ketinggian tinggi ke pangkalan itu bersama sistem rudal C-RAM (Counter-rocket, artileri, dan mortir) jarak pendek.
(sya)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top