Kelompok Kriminal Jadikan Vaksin Covid-19 sebagai Alat Penipuan

Senin, 08 Maret 2021 - 07:42 WIB
loading...
A A A
Baca: Lampu Hijau untuk Vaksinasi Mandiri

Jika mereka mengirim 2.000 dan mereka hanya mendapatkan beberapa tanggapan yang benar-benar mereka butuhkan dan begitu seseorang terpikat, mereka sering kali dapat menipu mereka untuk mendapatkan banyak uang, tetapi siapa pun benar-benar dapat menjadi korban. Mereka tidak selalu menargetkan orang-orang tertentu," sambungnya.

Dia lalu memberikan saran kepada orang-orang untuk tidak menjadi korban penipuan. Hal peratama yang harus dilakukan adalah harus berhati-hati untuk tidak langsung menanggapi dan bertindak tergesa-gesa ketika mendapatkan telepon atau email soal vaksin.

"Jadi, orang-orang sudah siap tetapi pada saat yang sama kita harus berhati-hati tentang informasi apa yang sebenarnya kita terima, dan bagaimana kita bertindak berdasarkan informasi itu," ungkapnya.

"Hal yang paling penting adalah jika Anda mendapatkan pesan dan Anda berpikir bahwa seseorang menghubungi Anda, Anda kemudian pergi ke sumber yang sebenarnya, jadi akan ada instruksi di sana tentang apa yang harus dilakukan dengan Anda, akan mendapatkan vaksin Anda - apa yang harus dilakukan? yang perlu Anda lakukan," jelasnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Trump Murka Houthi Serang...
Trump Murka Houthi Serang 2 Kapal Tanker Saudi, Ancam Gempur Iran Habis-habisan
Rekomendasi
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Vietnam Pesta 7 Gol ke Gawang Timor Leste
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pimpin Pengembangan Ekosistem SAF di ASEAN
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
5 Cara Mencegah Lonjakan...
5 Cara Mencegah Lonjakan Covid-19 di Momen Libur Nataru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved