Teheran Sebut AS Sepakat Cairkan Dana Iran di Irak

Minggu, 07 Maret 2021 - 09:58 WIB
loading...
Teheran Sebut AS Sepakat...
Seorang pejabat perdagangan Iran mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) memberi lampu hijau pencairan dana Iran yang telah dibekukan di Irak. Foto/REUTERS
A A A
TEHERAN - Seorang pejabat perdagangan Iran mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) memberi lampu hijau pencairan dana Iran yang telah dibekukan di Irak. Dana tersebut dibekukan sebagai dampak sanksi Washington.

Hamid Hosseini, anggota Dewan Kamar Dagang Bersama Iran-Irak, mengatakan Washington telah menyetujui pelepasan aset Iran yang dibekukan di Bank Perdagangan Irak.Baca juga: Iran Siap Lanjutkan Perundingan Nuklir jika AS Cabut Sanksi dalam Setahun

"Beberapa transaksi (sudah) dilakukan,” tulis Hosseini di Twitter, tanpa menyebutkan nilai asetnya, seperti dilansir Al Arabiya pada Minggu (7/3/2021).

"Pelepasan aset beku Iran akan membantu dengan penyediaan barang-barang penting untuk publik menjelang tahun baru Iran dan bulan puasa Ramadhan," sambung Hosseini.

Menurut pejabat Teheran, aset Iran yang dibekukan di Irak berjumlah lebih dari USD 6 miliar.Baca juga: Iran: Ironis, Israel Bangun Fasilitas Senjata Nuklir tapi Diperlakukan Istimewa

Di bawah sanksi AS, Irak membayar untuk membeli gas dari Iran ke rekening di Bank Perdagangan Irak, yang hanya boleh digunakan Teheran untuk membeli barang-barang kemanusiaan dari Irak sendiri.

Ekonomi Iran terpukul keras sejak 2018 ketika mantan Presiden AS, Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 dan menerapkan kembali sanksi besar-besaran terhadap negara itu.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Trump: Komunisme, Ancaman...
Trump: Komunisme, Ancaman Terbesar bagi AS
Rekomendasi
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
Topremit Catat 300.000...
Topremit Catat 300.000 Pengguna, Remitansi Digital Kian Digemari
Berita Terkini
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved