Paus Fransiskus Kunjungi Tempat Kelahiran Nabi Ibrahim di Irak
Sabtu, 06 Maret 2021 - 20:01 WIB
loading...
A
A
A
"Permusuhan, ekstremisme, dan kekerasan tidak lahir dari hati yang religius: itu adalah pengkhianatan terhadap agama," tegas Paus di Ur.
“Kita orang beriman tidak bisa diam ketika terorisme melanggar agama; memang, kita diminta tegas untuk menghalau semua kesalahpahaman, ”papar dia.
Militan ISIS, yang mencoba mendirikan kekhalifahan yang meliputi beberapa negara, menghancurkan Irak utara dari 2014-2017, menewaskan sejumlah pemeluk Kristen serta Muslim yang menentang ISIS.
Komunitas Kristen Irak, salah satu yang tertua di dunia, sangat terpukul, sehingga jumlahnya berkurang menjadi sekitar 300.000 orang dari sekitar 1,5 juta orang sebelum invasi AS dan kekerasan brutal yang mengikutinya.
Di Ur, Paus Fransiskus memuji kaum muda Muslim karena membantu umat Kristen memperbaiki gereja mereka "ketika terorisme menyerang bagian utara negara tercinta ini".
Rafah Husein Baher, anggota agama kecil Sabean Mandaean, berterima kasih kepada Fransiskus karena telah melakukan perjalanan meskipun ada banyak masalah di negara itu, termasuk lonjakan kasus COVID-19 dan serentetan serangan roket serta bom bunuh diri baru-baru ini.
"Kunjungan Anda berarti kemenangan kebajikan, itu adalah simbol penghargaan kepada rakyat Irak, Berbahagialah dia yang mencabut rasa takut dari jiwa," papar dia.
Paus, yang memulai kunjungan empat hari ke Irak di Baghdad pada Jumat, direncanakan melakukan Misa pada Sabtu malam di Katedral Kaldea Santo Yusuf di ibu kota Baghdad.
Pada Minggu, dia melakukan perjalanan ke utara ke Mosul, bekas benteng ISIS, tempat gereja dan bangunan lain di sana masih menyimpan bekas konflik.
“Kita orang beriman tidak bisa diam ketika terorisme melanggar agama; memang, kita diminta tegas untuk menghalau semua kesalahpahaman, ”papar dia.
Militan ISIS, yang mencoba mendirikan kekhalifahan yang meliputi beberapa negara, menghancurkan Irak utara dari 2014-2017, menewaskan sejumlah pemeluk Kristen serta Muslim yang menentang ISIS.
Komunitas Kristen Irak, salah satu yang tertua di dunia, sangat terpukul, sehingga jumlahnya berkurang menjadi sekitar 300.000 orang dari sekitar 1,5 juta orang sebelum invasi AS dan kekerasan brutal yang mengikutinya.
Di Ur, Paus Fransiskus memuji kaum muda Muslim karena membantu umat Kristen memperbaiki gereja mereka "ketika terorisme menyerang bagian utara negara tercinta ini".
Rafah Husein Baher, anggota agama kecil Sabean Mandaean, berterima kasih kepada Fransiskus karena telah melakukan perjalanan meskipun ada banyak masalah di negara itu, termasuk lonjakan kasus COVID-19 dan serentetan serangan roket serta bom bunuh diri baru-baru ini.
"Kunjungan Anda berarti kemenangan kebajikan, itu adalah simbol penghargaan kepada rakyat Irak, Berbahagialah dia yang mencabut rasa takut dari jiwa," papar dia.
Paus, yang memulai kunjungan empat hari ke Irak di Baghdad pada Jumat, direncanakan melakukan Misa pada Sabtu malam di Katedral Kaldea Santo Yusuf di ibu kota Baghdad.
Pada Minggu, dia melakukan perjalanan ke utara ke Mosul, bekas benteng ISIS, tempat gereja dan bangunan lain di sana masih menyimpan bekas konflik.
(sya)
Lihat Juga :