Jenderal Bintang 4 AS: Terancam Rudal China, Guam Butuh Sistem Rudal 360 Derajat
Sabtu, 06 Maret 2021 - 14:47 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, berbagai peralatan itu tidak memberikan pertahanan 360 derajat, membuatnya lebih cocok untuk bertahan dari tembakan nakal dari Korea Utara daripada ancaman rudal yang lebih canggih dari China.
"Ada 170.000 orang Amerika yang tinggal di Guam, dan pertahanan mereka adalah pertahanan tanah air," katanya, yang menambahkan bahwa sekitar 22.000 anggota dinas militer, kontraktor sipil, dan anggota keluarga militer bermarkas di pulau kecil di Pasifik Barat itu.
Baca juga: Ibu Dua Anak Ini Tewas saat 'Gituan' dengan Pria Selingkuhannya
Dia menambahkan jumlah personel AS di Guam akan bertambah. AS menginvestasikan miliaran dollar untuk menjadikan Guam sebagai pusat utama operasi militer di kawasan Asia-Pasifik.
Korps Marinir AS pada bulan Oktober mengaktifkan Camp Blaz di Guam, pangkalan baru pertama untuk layanan tersebut di Pasifik sejak 1950-an. Sekitar 5.000 Marinir dijadwalkan pindah ke sana dari Jepang dalam lima tahun ke depan.
Sekarang, kata Davidson, militer perlu melindungi aset tersebut.
"Kami harus mengembangkan pertahanan kritis orang-orang kami, platform kami dan inisiatif postur kami, dan itu dimulai di Guam," katanya, seperti dikutip Military.com, Jumat (5/3/2021).
"Ada 170.000 orang Amerika yang tinggal di Guam, dan pertahanan mereka adalah pertahanan tanah air," katanya, yang menambahkan bahwa sekitar 22.000 anggota dinas militer, kontraktor sipil, dan anggota keluarga militer bermarkas di pulau kecil di Pasifik Barat itu.
Baca juga: Ibu Dua Anak Ini Tewas saat 'Gituan' dengan Pria Selingkuhannya
Dia menambahkan jumlah personel AS di Guam akan bertambah. AS menginvestasikan miliaran dollar untuk menjadikan Guam sebagai pusat utama operasi militer di kawasan Asia-Pasifik.
Korps Marinir AS pada bulan Oktober mengaktifkan Camp Blaz di Guam, pangkalan baru pertama untuk layanan tersebut di Pasifik sejak 1950-an. Sekitar 5.000 Marinir dijadwalkan pindah ke sana dari Jepang dalam lima tahun ke depan.
Sekarang, kata Davidson, militer perlu melindungi aset tersebut.
"Kami harus mengembangkan pertahanan kritis orang-orang kami, platform kami dan inisiatif postur kami, dan itu dimulai di Guam," katanya, seperti dikutip Military.com, Jumat (5/3/2021).
Lihat Juga :