Jenderal Bintang 4 AS: Terancam Rudal China, Guam Butuh Sistem Rudal 360 Derajat
Sabtu, 06 Maret 2021 - 14:47 WIB
loading...
A
A
A
Davidson mengatakan menempatkan sistem pertahanan udara baru di Guam tidak akan membuat pulau itu menjadi target, karena itu sudah salah satunya. Dia mengutip video Angkatan Udara China yang dirilis pada bulan September yang menggambarkan salah satu pembom jarak jauhnya melakukan simulasi serangan rudal di Guam.
"Apa yang ditunjukkan China kepada Anda, tidak hanya dalam video, tetapi juga dalam penyebaran di wilayah dengan mengelilingi Guam dan persemakmuran dan Marian Utara dengan kapal permukaan, dengan pembom berjalan di Laut Filipina, dan kapal selam...di sekitar area itu berarti ada ancaman 360 derajat,” kata Davidson.
“China mencari tatanan dunia baru,” imbuh dia. ”Di mana kekuatan nasional China lebih penting daripada hukum internasional.”
Para pemimpin militer telah memperingatkan bahwa investasi yang dipompa China untuk membangun militernya dalam beberapa tahun terakhir dapat membuat AS kalah di kawasan itu dalam satu dekade.
Mantan Sekretaris Angkatan Laut Kenneth Braithwaite menggambarkan keprihatinannya atas China seperti itu pada bulan Oktober lalu. ”Apa yang kami lihat muncul adalah ancaman yang melebihi apa pun yang pernah ada dalam sejarah negara kami,” katanya.
Menteri Pertahanan Lloyd Austin, dalam sebuah memo yang dikeluarkan untuk pasukan AS pada Kamis, mencantumkan rencana pengembangan dan kemampuan untuk menghalau China sebagai prioritas utama militer.
Davidson mengatakan China dapat "mencapai overmatch" di kawasan itu secepat tahun 2026.
"Apa yang ditunjukkan China kepada Anda, tidak hanya dalam video, tetapi juga dalam penyebaran di wilayah dengan mengelilingi Guam dan persemakmuran dan Marian Utara dengan kapal permukaan, dengan pembom berjalan di Laut Filipina, dan kapal selam...di sekitar area itu berarti ada ancaman 360 derajat,” kata Davidson.
“China mencari tatanan dunia baru,” imbuh dia. ”Di mana kekuatan nasional China lebih penting daripada hukum internasional.”
Para pemimpin militer telah memperingatkan bahwa investasi yang dipompa China untuk membangun militernya dalam beberapa tahun terakhir dapat membuat AS kalah di kawasan itu dalam satu dekade.
Mantan Sekretaris Angkatan Laut Kenneth Braithwaite menggambarkan keprihatinannya atas China seperti itu pada bulan Oktober lalu. ”Apa yang kami lihat muncul adalah ancaman yang melebihi apa pun yang pernah ada dalam sejarah negara kami,” katanya.
Menteri Pertahanan Lloyd Austin, dalam sebuah memo yang dikeluarkan untuk pasukan AS pada Kamis, mencantumkan rencana pengembangan dan kemampuan untuk menghalau China sebagai prioritas utama militer.
Davidson mengatakan China dapat "mencapai overmatch" di kawasan itu secepat tahun 2026.
(min)
Lihat Juga :