20 Migran Tewas Dilempar ke Laut di Lepas Pantai Djibouti

Jum'at, 05 Maret 2021 - 00:38 WIB
loading...
20 Migran Tewas Dilempar...
Setidaknya 20 migran tewas setelah dilempar ke laut di lepas pantai Djibouti. Foto/Al Araby
A A A
DJIBOUTI - Setidaknya 20 orang tewas tenggelam setelah penyelundup melemparkan puluhan migran ke laut selama penyeberangan antara Djibouti dan Yaman . Hal itu diungkapkan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM).

Korban selamat mengatakan kepada IOM bahwa setidaknya 200 migran, termasuk anak-anak, penuh sesak di atas kapal ketika meninggalkan Oulebi di Djibouti pada Rabu dini hari menuju Yaman melintasi Teluk Aden.

"Sekitar tiga puluh menit perjalanan, penyelundup panik dengan jumlah orang di atas kapal dan melemparkan 80 ke laut sebelum mengembalikan kapal ke darat, kata juru bicara regional IOM untuk Timur dan Tanduk Afrika, Yvonne Ndege.



"Para penyintas yakin sedikitnya 20 orang telah tewas. Masih ada beberapa yang belum ditemukan. Lima mayat terdampar di darat," kata Ndege seperti dikutip dari Al Araby, Jumat (5/3/2021).

Para penyintas kini menerima perawatan medis di kota pelabuhan Djibouti Obock, titik transit utama bagi ribuan migran Afrika di wilayah itu yang berusaha mencapai Teluk.

"Ada kekhawatiran jumlah korban tewas bisa meningkat dengan para penyintas tidak dapat menemukan keluarga yang mereka katakan berada di dalamnya," ungkap Ndege.

Ini adalah insiden ketiga di Teluk Aden dalam waktu kurang dari enam bulan. Dua insiden serupa pada Oktober lalu merenggut nyawa sedikitnya 50 migran, kata IOM.

"Tragedi Rabu adalah bukti lebih lanjut bahwa penjahat terus mengeksploitasi orang yang putus asa untuk meningkatkan kehidupan mereka demi keuntungan terlepas dari konsekuensinya," kata Kepala Misi IOM Djibouti Stephanie Daviot.

Baca juga: 158 Pekerja Migran Dipulangkan dari Berbagai Titik di Samudera Pasifik

"Penyelundup dan pedagang manusia harus dituntut atas kejahatan mereka, dan jalur migrasi baru ditetapkan untuk memungkinkan orang mengejar peluang kerja di luar negeri dengan cara yang aman, legal dan bermartabat," imbuhnya.

IOM mengatakan kewarganegaraan orang-orang yang berada di kapal itu belum diketahui, dengan kesaksian masih dikumpulkan dari para penyintas.

Tetapi setiap tahun ribuan migran melakukan perjalanan perahu berbahaya dari Tanduk Afrika ke Yaman yang dilanda perang. Banyak dari mereka kemudian melakukan perjalanan darat dengan tujuan ke negara-negara Teluk untuk mencari pekerjaan.

Pembatasan perjalanan karena pandemi virus Corona telah secara tajam mengurangi arus migran melalui rute ini. IOM mengatakan sekitar 138.000 orang melakukan perjalanan pada 2019, dibandingkan dengan 37.500 pada 2020.

Diyakini ribuan migran terdampar di Yaman, di mana konflik selama bertahun-tahun telah merenggut puluhan ribu nyawa dan membuat jutaan orang mengungsi, yang oleh PBB disebut sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Baca juga: Taiwan Perpanjang Penangguhan Penempatan Pekerja Migran Indonesia

Selat yang memisahkan Djibouti dari Yaman tidak biasa melihat para migran dan pengungsi lewat dari kedua arah - muatan kapal Yaman melarikan diri ke Afrika untuk menghindari perang, sementara yang lain menuju ke arah yang berlawanan membawa migran Afrika ke Jazirah Arab untuk mencari peluang yang lebih baik.rab untuk mencari peluang yang lebih baik.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
Mahasiswa dan Pekerja...
Mahasiswa dan Pekerja Asing Kini akan Dipaksa Tinggalkan AS untuk Ajukan Green Card
Houthi Bersumpah Tingkatkan...
Houthi Bersumpah Tingkatkan Serangan ke AS dan Israel jika Perang Terus Berlanjut
Houthi Yaman Ancam Intervensi...
Houthi Yaman Ancam Intervensi Militer dalam Perang Iran-AS
Biaya Hidup Tinggi dan...
Biaya Hidup Tinggi dan Negeri Kacau, Warga AS Eksodus Besar-besaran ke Luar Negeri
Siapa Pemasang Kiswah...
Siapa Pemasang Kiswah Kakbah Pertama? Ini Kisah Uniknya dari Negeri Yaman
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Kisah Anjing Lucu Curi...
Kisah Anjing Lucu Curi Perhatian selama Piala Dunia 2026, Punya Arti Spesial buat Pemiliknya
Rekomendasi
Indonesia Raih Peringkat...
Indonesia Raih Peringkat 2 Dunia Destinasi Wisata Ramah Muslim Versi GMTI 2026
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Uruguay Comeback atas Cape Verde di Babak Pertama
Kondisi Roy Suryo dan...
Kondisi Roy Suryo dan Dokter Tifa Belum Pulih, Refly Harun Ungkap Penyebabnya
Berita Terkini
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Sangat Keras Jika Tak Kendalikan Hizbullah!
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
Infografis
Indonesia di Puncak...
Indonesia di Puncak Klasemen, Lolos ke Piala Dunia!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved