Bantah Laporan Pemerkosaan, China Sebut Eks Napi Perempuan Uighur Pezina

Selasa, 02 Maret 2021 - 14:59 WIB
loading...
A A A
James Millward, profesor sejarah China di Universitas Georgetown dan pakar kebijakan Xinjiang, mengatakan kepada Reuters bahwa upaya kotor itu menunjukkan bagaimana ini tidak ada hubungannya dengan terorisme.

Setidaknya satu juta etnis Uighur dan minoritas Muslim lainnya ditahan di kamp-kamp penahanan di Xinjiang.

China telah dituduh melakukan pemerkosaan, sterilisasi paksa, penyiksaan, kerja paksa dan pelanggaran hak asasi lainnya kepada mereka.

Sebuah laporan berita BBC baru-baru ini menuduh pemerkosaan sistemik dan pelecehan seksual di kamp Xinjiang berujung pada pemberedelan kantor berita yang berbasis di Inggris itu oleh otoritas China.

Baca juga: Korban Kamp Uighur Ungkap Penyiksaan Mengerikan China, Termasuk Diperkosa

Bulan lalu, Twitter menghapus postingan "tidak manusiawi" oleh kedutaan besar China di Amerika Serikat yang menyombongkan diri telah membebaskan perempuan Uighur dari masa depan sebagai "mesin pembuat bayi".

Tweet itu disambut dengan kemarahan yang meluas dari para aktivis yang menunjuk pada tuduhan kampanye meluas dan sistematis dari tindakan kontrasepsi paksa dan sterilisasi Uighur dan perempuan minoritas Muslim lainnya di Xinjiang.

Baca juga: Dehumanisasi Wanita Uighur, Twitter Gembok Akun Kedubes China

Angka kelahiran menurun drastis di provinsi barat laut yang mayoritas penduduknya etnis Uighur dalam beberapa tahun terakhir. Para ahli telah mengaitkan penurunan tersebut dengan praktek aborsi paksa, sterilisasi, pemasangan IUD dan penahanan karena terlalu banyak anak yang dilaporkan oleh mantan tahanan.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
AS Ketar-ketir dengan...
AS Ketar-ketir dengan Senjata Nuklir China usai Kapal Selam Beijing Tembakkan Rudal Antarbenua
UMKM Nasional Miliki...
UMKM Nasional Miliki Ketangguhan Hadapi Serbuan Produk China
Kebakaran Pabrik Sepatu...
Kebakaran Pabrik Sepatu di China Tewaskan Setidaknya 28 Orang
Seret Jenderal Israel...
Seret Jenderal Israel ke Pengadilan, Spanyol Koordinasi dengan Pengadilan Kriminal Internasional
Rekomendasi
Perkuat Sinergi Polri...
Perkuat Sinergi Polri dan Media lewat Padel Bhayangkara Cup 2026
Kane vs Haaland: Duel...
Kane vs Haaland: Duel Mesin Gol Penentu Tiket Semifinal
Akademi Persib Bandung...
Akademi Persib Bandung dan Putri Garut Berebut Gelar Juara U-18 HYDROPLUS Soccer League All-Stars
Berita Terkini
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
4 Alasan Mojataba Ingin...
4 Alasan Mojataba Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya, Ingin Mewujudkan Kemenangan Total
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
8 Fakta Menarik tentang...
8 Fakta Menarik tentang Norwegia, Negara Paling Bahagia dan Matahari Tak Terbenam di Musim Panas
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved