Dipecat Junta, Dubes Myanmar di PBB Tegaskan akan Lanjutkan Perlawanan

Senin, 01 Maret 2021 - 02:05 WIB
loading...
Dipecat Junta, Dubes...
Kyaw dipecat karena mendesak negara-negara untuk menggunakan segala cara yang diperlukan untuk membalikkan kudeta militer. Foto/Ist
A A A
NEW YORK - Duta Besar Myanmar untuk PBB , Kyaw Moe Tun berjanji akan melanjutkan perlawanansetelah junta memecatnya. Kyaw dipecat karena mendesak negara-negara untuk menggunakan "segala cara yang diperlukan" untuk membalikkan kudeta militer.

Televisi pemerintah Myanmar mengumumkan pada hari Sabtu bahwa Kyaw telah dipecat karena mengkhianati negara.Baca juga: Dianggap Berkhianat, Junta Myanmar Pecat Dubes untuk PBB

"Saya memutuskan untuk melawan selama saya bisa," kata Kyaw dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Channel News Asia pada Senin (1/3/2021).

Sementara itu, PBB, yang menolak mengakui pemerintahan junta militer mengatakan bahwa mereka belum menerima pemberitahuan soal pemecatan kepala perwakilan Myanmar tersebut.

"Kami belum menerima komunikasi apapun mengenai perubahan representasi Myanmar di PBB di New York," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric.Baca juga: Polisi Myanmar Semakin Brutal, 4 Demonstran Ditembak Mati

Utusan khusus Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres untuk Myanmar, Christine Schraner Burgener sebelumnya memperingatkan 193 anggota Majelis Umum PBB bahwa tidak ada negara yang boleh mengakui atau melegitimasi junta Myanmar.

Jika junta Myanmar, yang dipimpin oleh Min Aung Hlaing, "memaksa" untuk mendapatkan pengakuan internasional dengan memasang utusan baru PBB, hal itu dapat memicu pertarungan di badan dunia yang dapat berujung dengan pemungutan suara di Majelis Umum.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
Dramatis, Korban Gempa...
Dramatis, Korban Gempa Venezuela Dievakuasi Hidup-hidup Setelah 8 Hari Tertimbun
Terungkap! Motif Pria...
Terungkap! Motif Pria Tabrakkan Pesawat ke Gedung di China Diduga Bunuh Diri
Rekomendasi
Perang Iran Picu Guncangan...
Perang Iran Picu Guncangan Pasokan Minyak Terbesar Sepanjang Sejarah, Lampaui Krisis 1979
Kanada vs Maroko: Mampukah...
Kanada vs Maroko: Mampukah The Canucks Akhiri Kutukan?
Pertamina Buka Rekrutmen...
Pertamina Buka Rekrutmen Internship bagi Fresh Graduate, Pendaftaran Hingga 5 Juli 2026
Berita Terkini
Rusia Sebut Selat Hormuz...
Rusia Sebut Selat Hormuz Adalah 'Senjata Nuklir'-nya Iran
Raja Salman dan Mohammed...
Raja Salman dan Mohammed bin Salman Sampaikan Belasungkawa Meski Tak Melayat untuk Khamenei
Para Pelayat Ayatollah...
Para Pelayat Ayatollah Ali Khamenei: 'Balas Dendam, Balaskan Darah Pemimpin Kita!'
5 Pesan Penting dari...
5 Pesan Penting dari Iran saat Pemakaman Khamenei, Balas Dendam hingga Pemerintahan yang Solid
3 Alasan Mojtaba Tidak...
3 Alasan Mojtaba Tidak Menghadiri Pemakaman Ayahnya, Ada Indikasi Serangan Israel
Deretan Delegasi Asing...
Deretan Delegasi Asing yang Hadiri Pemakaman Khamenei, Salah Satunya Musuh Bebuyutan Iran
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved