Putri Latifa Desak Inggris Buka Lagi Kasus Penculikan Kakak Perempuannya

Kamis, 25 Februari 2021 - 23:01 WIB
loading...
Putri Latifa Desak Inggris...
Putri Shamsa Al-Maktoum, putri Sheikh Mohammed Bin Rashid Al-Maktoum, tak terlihat di publik sejak 2010. Foto/latifa.info
A A A
DUBAI - Putri Latifa telah menulis surat kepada polisi Inggris meminta mereka membuka kembali penyelidikan atas penculikan kakak perempuannya dari satu jalan di Cambridge pada tahun 2000.

Putri Latifa merupakan putri penguasa Dubai yang baru-baru ini menghebohkan dunia karena mengaku disandera ayahnya di satu vila berpenjaga ketat di Dubai.

Surat Putri Latifa pada polisi Inggris itu dilaporkan BBC hari ini.

Baca juga: PBB Minta UEA Jelaskan Nasib Putri Penguasa Dubai yang ‘Disandera’

Reuters melaporkan bahwa dalam surat tulisan tangan yang dilihat penyiar Inggris dan bertanggal 2018, Latifa meminta Polisi Cambridgeshire kembali fokus pada kasus saudara perempuannya Shamsa yang diculik pada usia 18 dan tidak terlihat di depan umum sejak itu. Reuters belum melihat surat itu.

Baca juga: Putri Penguasa Dubai Kirim Pesan Rahasia, Mengaku Ditahan di Vila

Jika masih hidup, Shamsa saat ini berumur 39 tahun. Keberadaan Shamsa masih menjadi misteri hingga saat ini.

Baca juga: Keluarga Kerajaan Dubai: Putri Latifa Sedang Dirawat di Rumah

Kantor media pemerintah Dubai tidak segera menanggapi permintaan komentar.



Polisi Cambridgeshire mengonfirmasi telah menerima surat tertanggal Februari 2018, sehubungan dengan kasus tersebut dan bahwa itu adalah bagian dari "tinjauan berkelanjutan".

Latifa, 35, juga menjadi subjek perhatian internasional. Dalam pesan video yang direkam di kamar mandi dan diperoleh BBC, dia mengatakan dia disekap di satu vila yang dijaga ketat.

Uni Emirat Arab (UEA) pekan lalu mengatakan Latifa dirawat di rumah oleh keluarga dan profesional medis.

Ayah kedua wanita itu, Sheikh Mohammed Bin Rashid Al-Maktoum, telah menolak temuan hakim Pengadilan Tinggi London yang mengatakan tahun lalu bahwa dia menerima tuduhan yang terbukti bahwa syekh telah memerintahkan penculikan putrinya.

Inggris telah meminta Uni Emirat Arab untuk menunjukkan bukti bahwa Latifa masih hidup.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Makin Brutal, Pemukim...
Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat
Rekomendasi
MSIN Paparkan Strategi...
MSIN Paparkan Strategi Streaming Global di APOS 2026, V+Short Tembus 5 Juta Unduhan
Sahroni soal Roy Suryo...
Sahroni soal Roy Suryo Ditangkap: Tangkepin yang Hina Presiden dan Penyebar Hoaks
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Berita Terkini
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Infografis
Deretan Nama Perwira...
Deretan Nama Perwira Polisi yang Terseret Kasus Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved