Pria China Diperintah Bayar Istri Rp109 Juta untuk Kerja Rumah Tangga

Rabu, 24 Februari 2021 - 13:09 WIB
loading...
Pria China Diperintah...
Seseorang melakukan pekerjaan rumah tangga. Foto/REUTERS
A A A
BEIJING - Pengadilan perceraian Beijing, China , memerintahkan seorang pria membayar ganti rugi kepada mantan istrinya atas pekerjaan rumah yang dia lakukan selama pernikahan mereka.

Sang mantan istri itu akan menerima 50.000 yuan (Rp109 juta) untuk lima tahun kerja rumah tangga yang tidak dibayar.

Kasus ini telah menimbulkan perdebatan besar di dunia maya mengenai nilai pekerjaan rumah tangga, dengan beberapa orang mengatakan jumlah kompensasi itu terlalu sedikit.

Baca juga: Menlu Retno Tak Jadi Kunjungi Myanmar, Waktunya Tidak Tepat

Keputusan itu muncul setelah China memperkenalkan kode sipil baru.

Baca juga: Myanmar Hadapi Lebih Banyak Protes, Indonesia Dorong Upaya Diplomatik

Menurut catatan pengadilan, pria yang diidentifikasi bernama belakang Chen itu mengajukan gugatan cerai tahun lalu dari istrinya, yang bermarga Wang, setelah menikah pada 2015.



Sang istri awalnya enggan bercerai, tetapi kemudian meminta kompensasi uang, dengan alasan bahwa Chen tidak memikul tanggung jawab pekerjaan rumah atau pengasuhan anak untuk putra mereka.

Pengadilan Distrik Fangshan Beijing memenangkan sang istri, memerintahkan mantan suaminya membayar tunjangan bulanan sebesar 2.000 yuan, serta pembayaran satu kali sebesar 50.000 yuan untuk pekerjaan rumah yang telah dilakukan istrinya.

Hakim ketua mengatakan kepada wartawan pada Senin bahwa pembagian properti bersama pasangan setelah menikah biasanya memerlukan pemisahan properti berwujud. "Tapi pekerjaan rumah merupakan nilai properti tak berwujud," ungkap hakim.

Keputusan itu dibuat sesuai kode sipil baru di negara itu, yang mulai berlaku tahun ini. Di bawah Undang-undang (UU) baru, pasangan berhak mencari kompensasi dalam perceraian jika dia lebih bertanggung jawab dalam membesarkan anak, merawat kerabat lansia, dan membantu pasangan dalam pekerjaan mereka.

Sebelumnya, pasangan yang bercerai hanya dapat meminta kompensasi semacam itu jika perjanjian pranikah telah ditandatangani, praktik yang tidak umum di China.

Di media sosial, kasus ini memicu perdebatan sengit, dengan tagar terkait di platform microblogging Weibo dilihat lebih dari 570 juta kali.

Beberapa pengguna media sosial menunjukkan bahwa 50.000 yuan untuk lima tahun bekerja terlalu sedikit.
"Saya sedikit tidak bisa berkata-kata, pekerjaan sebagai ibu rumah tangga penuh waktu diremehkan. Di Beijing, mempekerjakan seorang pengasuh selama setahun menghabiskan biaya lebih dari 50.000 yuan," ungkap seorang pemberi komentar.

Yang lain menunjukkan bahwa pria harus memikul lebih banyak tugas rumah tangga sejak awal.

Beberapa orang juga meminta wanita untuk terus mengejar karir mereka setelah menikah.

“Ladies, ingatlah untuk selalu mandiri. Jangan putus asa setelah menikah, berikan dirimu jalan keluar sendiri,” tulis salah satu pengguna media sosial.

Menurut Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), wanita China menghabiskan hampir empat jam sehari untuk pekerjaan tidak berbayar, kira-kira 2,5 kali lipat lebih banyak dari pria.

Ini lebih tinggi daripada rata-rata di negara-negara OECD, di mana perempuan menghabiskan waktu dua kali lebih banyak daripada laki-laki untuk pekerjaan tanpa upah.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Sarwendah Undang Ruben...
Sarwendah Undang Ruben Onsu Bertemu 11 Juli, Konflik Keluarga Diharapkan Berakhir Damai
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Gempa M7,2 di Jepang:...
Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil
Rekomendasi
Ekuador vs Jerman 2-1:...
Ekuador vs Jerman 2-1: Gol Gonzalo Plata Tak Mampu Selamatkan La Tri
Menpora Erick Kecam...
Menpora Erick Kecam Pelecehan Seksual terhadap Atlet Menembak, Tegaskan Dukungan bagi Korban
Gelar Santunan Yatim...
Gelar Santunan Yatim dan Dhuafa, PT Pegadaian CPS Pondok Aren Perkokoh Komitmen ESG
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
Bisa Meningkatkan Fungsi...
Bisa Meningkatkan Fungsi Seksual, Berikut Manfaat Jahe untuk Pria
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved