Sebulan Menjabat, Joe Biden Dihantam Isu Rasisme

Rabu, 24 Februari 2021 - 02:32 WIB
loading...
Sebulan Menjabat, Joe...
Presiden AS Joe Biden saat berpidato secara virtual dalam Konferensi Keamanan Munich, pada Sabtu pekan lalu. Foto/ABC News
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menjadi sorotan saat berpidato di Konferensi Keamanan Munich pada hari Sabtu lalu. Biden dianggap rasis setelah banyak orang menganalisis pidatonya merasa tidak nyama setelah mendengar kata nigger atau negro.

Pernyataan Biden itu dapat didengar pada 18 menit akhir jelang pidato.

“Lihat, berbagai tantangan yang harus dihadapi Eropa dan Amerika Serikat bersama-sama sangat luas dan kompleks. Saya sangat ingin mendengar, nig**r (sic) di sini selanjutnya dari teman baik saya dan pemimpin luar biasa seperti (Kanselir Jerman Angela) Merkel tentang pemikirannya dan jalan ke depan," ucapnya seperti dikutip dari Sputnik, Rabu (24/2/2021).

Baca juga: Tampil Perdana di Konferensi Keamanan Munich, Biden: Amerika Kembali



Seperti momen yang dikemukakan jurnalis, banyak pengguna media sosial yang merasa janggal. Beberapa orang berpendapat bahwa kesalahan itu adalah hasil dari upaya Biden untuk mengulangi kata "ingin mendengar" sekali lagi atau sekadar "mental kesalahan ketik" yang sering dia alami di masa lalu.

"Dia berkata 'sangat ingin mendengar'. Ini benar-benar berita palsu. Saya tidak tahan Biden dan Dems tetapi orang tidak boleh berbohong, meskipun Dems telah menguasainya dengan sangat baik," tweet seorang netizen.

Tetapi yang lain cukup yakin bahwa kesalahan itu tidak dapat diampuni: lagipula, apa yang akan terjadi jika yang membuat kesalahan itu adalah mantan presiden Donald Trump.

Baca juga: COVID-19 Bunuh Setengah Juta Orang di AS, Biden Pimpin Hening Cipta

"Biden terpeleset dan mengatakan kata-N langsung di CNN kemarin dan di mana kemarahan dari kerumunan anti-rasisme?," tweet seorang pengguna Twitter lainnya.

Masalahnya, ini bukan pertama kalinya ocehan Biden membuat banyak orang menuduhnya memiliki kecenderungan rasis. Pada Agustus 2019, selama pertemuan balai kota di Iowa yang diselenggarakan oleh Koalisi Asia dan Latin, Biden mengatakan bahwa anak-anak miskin sama cerdas dan berbakatnya dengan anak-anak kulit putih.

"Anak-anak kaya, anak-anak kulit hitam, anak-anak Asia - tidak, saya sungguh-sungguh, tapi pikirkan bagaimana kita memikirkannya," lanjutnya setelah jeda singkat tetapi kata-katanya sudah melekat di pikiran.

Baca juga: China Salahkan Trump atas Buruknya Hubungan, Desak Biden Tinggalkan Kebijakan Sanksi

Malangnya, manajer kampanye Biden melakukan upaya yang nahas untuk menyelamatkan situasi:

“Wakil Presiden Biden (sic) salah bicara dan segera mengoreksi dirinya sendiri selama refrein yang sering dia gunakan untuk menegaskan bahwa semua anak berhak mendapatkan kesempatan yang adil, dan anak-anak yang lahir dalam lingkungan berpenghasilan rendah sama cerdasnya dengan mereka yang lahir dari orang tua kaya,” kata wakil manajer kampanye Kate Bedingfield pada saat itu.

Beberapa bulan kemudian, Biden membuat "kesalahan" lain yang bermuatan rasial. Berbicara kepada kerumunan di Milwaukee dalam pidato Balai Kota pertamanya sebagai presiden AS, Biden menyarankan bahwa banyak anggota komunitas Hispanik dan Afrika tidak bisa mendapatkan vaksin COVID-19 karena mereka tidak tahu bagaimana cara "online" - sebuah pernyataan yang mendapat reaksi keras di seluruh dunia maya.

Baca juga: Joe Biden Galang Kekuatan G7 Bersatu Hadapi Tantangan China
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Heboh Bendera Saudi...
Heboh Bendera Saudi Tak Diletakkan di Atas Rumput Selama Laga Piala Dunia, Kenapa?
Rekomendasi
Alwi Farhan Jagokan...
Alwi Farhan Jagokan Portugal di Piala Dunia 2026: Cristiano Ronaldo For The Last Dance!
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Cornelio Sunny Ungkap...
Cornelio Sunny Ungkap Alasan Somasi Keluarga Ratu Sofya, Singgung Pelanggaran Privasi
Berita Terkini
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Infografis
Kebakaran Hebat Landa...
Kebakaran Hebat Landa Los Angeles, Biden Umumkan Bencana Besar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved