Pasukan Khusus Jerman Disangka Teroris Selama Latihan di AS

Senin, 22 Februari 2021 - 13:40 WIB
loading...
Pasukan Khusus Jerman...
Para personel Pasukan Khusus Jerman. Foto/DW.com
A A A
WASHINGTON - Dua anggota Pasukan Khusus Jerman telah disangka sebagai teroris selama latihan di Amerika Serikat (AS). Keduanya bertindak mencurigakan saat mendatangi sebuah rumah sakit sehingga dilaporkan FBI.

Menurut media Jerman, Der Spiegel mengutip sumber yang mengetahui masalah itu, Komando Pasukan Khusus (KSK) Bundeswehr sedang menyelesaikan kursus parasut sebagai bagian dari latihan militer di negara bagian Arizona, AS, yang dimulai pada awal tahun.

Baca juga: China Bangun Pangkalan Militer Besar-besaran di Laut China Selatan

Laporan Der Spiegel mengatakan insiden itu terjadi ketika kedua prajurit tersebut memutuskan untuk mengunjungi rumah sakit terdekat untuk mengetahui apakah tentara Jerman dapat dirawat di sana jika mereka terluka atau tertular COVID-19.

Der Spiegel, yang dilansir Senin (22/2/2021), menulis bahwa permintaan tentang kemungkinan keadaan darurat adalah normal, tetapi mencatat bahwa prajurit tersebut menunjukkan "perilaku yang aneh".

Ketika staf rumah sakit meminta mereka untuk menunjukkan ID mereka, kedua prajurit berpakaian preman tersebut menolak dan malah menunjukkan perintah berbaris NATO.

Majalah Jerman tersebut menulis bahwa keduanya bertindak sangat mencurigakan sehingga staf rumah sakit memberi tahu FBI. Mereka mengira kedua prajurit Jerman itu adalah teroris yang memata-matai rumah sakit untuk kemudian melakukan serangan.

Baca juga: Viral Video Pria Malaysia Membuat Seorang Muslimah Murtad, Polisi Turun Tangan

FBI kemudian menghubungi Kedutaan Besar Jerman di Amerika Serikat untuk mendapatkan informasi, tetapi staf kedutaan tidak dapat menjelaskan situasi karena mereka belum diberitahu tentang latihan militer karena kerahasiaan yang tinggi.

Situasi tersebut teratasi setelah agen-agen FBI melakukan beberapa panggilan ke Jerman.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Berturut-turut saat Harga Minyak Melonjak
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Belfast Membara! Kerusuhan...
Belfast Membara! Kerusuhan Pecah, Sejumlah Bangunan dan Kendaraan Dibakar
Menlu Iran kepada AS:...
Menlu Iran kepada AS: Pergi dari Wilayah Kami jika Anda Ingin Selamat!
Rekomendasi
Roy Suryo Pertanyakan...
Roy Suryo Pertanyakan Legal Standing Ade Darmawan di Kasus Ijazah Jokowi
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
Berita Terkini
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
Infografis
7 Seragam Pasukan Khusus...
7 Seragam Pasukan Khusus Terbaik Dunia, Nomor 3 Miliki Penutup Muka Antipeluru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved