Kelebihan Vaksin Inggris Disumbangkan pada Negara-Negara Berkembang
Jum'at, 19 Februari 2021 - 20:14 WIB
loading...
A
A
A
Hal ini di luar sumbangan besar Inggris kepada GAVI, senilai 548 juta poundsterling atau salah satu donor yang terbesar, dan 1/5 dari total anggaran yang telah terkumpul.
“Saat ini, sebagai negara pertama yang telah berkomitmen untuk berbagi sebagian besar kelebihan persediaan vaksinnya melalui COVAX, kabar ini menunjukkan bagaimana Inggris merupakan kekuatan bagi kebaikan di dunia, dengan membuktikan bahwa kita harus menghadapi pandemi ini dengan semangat kebersamaan dan melalui institusi-institusi multilateral dimana kita telah tergabung,” ujar Jenkins.
Saat yang sulit akan mendorong inovasi. Pengembangan yang sangat cepat dari vaksin COVID-19 sangatlah luar biasa dan salah satu upaya mengagumkan dari respon pandemi global.
“Saat ini kita memiliki kesempatan untuk memanfaatkan apa yang telah kita capai ini untuk masa depan, dengan bekerja secara global untuk setiap bagian dari pengembangan vaksin, melalui riset, uji coba, dan produksi, sehingga dapat menguntungkan semua pihak. Harapan kami upaya ini berarti kita akan lebih siap dari kapan pun terhadap pandemi di masa depan,” papar dia.
Fokus utama kepresidenan Inggris pada G7 tahun ini adalah memenuhi tujuan yang tercantum dalam Rencana Lima Poin Perdana Menteri Inggris terkait Pencegahan Pandemi Masa Depan.
Perdana Menteri Inggris juga akan mendorong para pimpinan G7 untuk mendukung perjanjian kesiapan menghadapi pandemi melalui WHO.
Pertemuan hari ini akan menjadi pertemuan pertama dimana Perdana Menteri Inggris sebagai Presiden G7 tahun ini bertindak sebagai tuan rumah. Pertemuan ini juga merupakan pertemuan pimpinan G7 pertama sejak April 2020.
Pada pertemuan tersebut, para pemimpin akan diharapkan dapat menyatakan dukungan mereka terhadap prioritas kesehatan G7 Inggris, mendiskusikan upaya yang lebih luas untuk mengatasi tantangan global, mewujudkan upaya pemulihan ekonomi dari dampak Covid-19 secara ramah lingkungan dan berkelanjutan, serta sejumlah permasalahan kebijakan luar negeri lainnya.
“Saat ini, sebagai negara pertama yang telah berkomitmen untuk berbagi sebagian besar kelebihan persediaan vaksinnya melalui COVAX, kabar ini menunjukkan bagaimana Inggris merupakan kekuatan bagi kebaikan di dunia, dengan membuktikan bahwa kita harus menghadapi pandemi ini dengan semangat kebersamaan dan melalui institusi-institusi multilateral dimana kita telah tergabung,” ujar Jenkins.
Saat yang sulit akan mendorong inovasi. Pengembangan yang sangat cepat dari vaksin COVID-19 sangatlah luar biasa dan salah satu upaya mengagumkan dari respon pandemi global.
“Saat ini kita memiliki kesempatan untuk memanfaatkan apa yang telah kita capai ini untuk masa depan, dengan bekerja secara global untuk setiap bagian dari pengembangan vaksin, melalui riset, uji coba, dan produksi, sehingga dapat menguntungkan semua pihak. Harapan kami upaya ini berarti kita akan lebih siap dari kapan pun terhadap pandemi di masa depan,” papar dia.
Fokus utama kepresidenan Inggris pada G7 tahun ini adalah memenuhi tujuan yang tercantum dalam Rencana Lima Poin Perdana Menteri Inggris terkait Pencegahan Pandemi Masa Depan.
Perdana Menteri Inggris juga akan mendorong para pimpinan G7 untuk mendukung perjanjian kesiapan menghadapi pandemi melalui WHO.
Pertemuan hari ini akan menjadi pertemuan pertama dimana Perdana Menteri Inggris sebagai Presiden G7 tahun ini bertindak sebagai tuan rumah. Pertemuan ini juga merupakan pertemuan pimpinan G7 pertama sejak April 2020.
Pada pertemuan tersebut, para pemimpin akan diharapkan dapat menyatakan dukungan mereka terhadap prioritas kesehatan G7 Inggris, mendiskusikan upaya yang lebih luas untuk mengatasi tantangan global, mewujudkan upaya pemulihan ekonomi dari dampak Covid-19 secara ramah lingkungan dan berkelanjutan, serta sejumlah permasalahan kebijakan luar negeri lainnya.
(sya)
Lihat Juga :