Gadis Cilik Ini Tak Bisa Lihat Ayahnya Terakhir Kali karena Dipenjara Rezim Turki
Rabu, 17 Februari 2021 - 19:10 WIB
loading...
A
A
A
Di bulan-bulan pertama penyakit kanker akut yang menimpanya, gadis cilik itu mengungkapkan kesedihan dan rindunya agar bisa bertemu Ayahnya. Sang Ayah lantas diizinkan untuk mengunjunginya sebentar pada 6 Januari lalu, namun sayangnya saat itu kondisi anaknya dalam perawatan intensif karena kehilangan kesadaran.
Ayah Kubra menjadi korban dari kebijakan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang telah menargetkan pengikut gerakan Gulen, sebuah kelompok berbasis agama yang diilhami oleh ulama Muslim Fethullah Gulen. Gerakan Gulen jadi target sejak adanya investigasi kasus korupsi pada 17-25 Desember 2013 yang melibatkan Erdogan—saat itu menjabat perdana menteri—, anggota keluarganya dan lingkaran dalamnya.
Namun Erdogan mengabaikan investigasi itu. Sebaliknya, dia menuduh Gulen mendalangi upaya kudeta dan berkonspirasi melawan pemerintahannya. Erdogan kemudian memburu dan menargetkan anggotanya di dalam maupun di luar negeri.
Gulen dan gerakan tersebut dengan tegas menyangkal keterlibatan dalam kudeta yang gagal atau pun tuduhan lainnya.
Aktivis hak asasi manusia (HAM) yang juga politisi Partai Rakyat Demokratik (HDP) Omer Faruk Gergerlioglu membagikan berita kematian gadis cilik itu di Twitter. Dia mengatakan Ertugrul Kuzan hanya dapat melihat putrinya setelah gadis kecil itu sudah dalam perawatan intensif pada saat itu.
Pembersihan pascakudeta di Turki telah memakan banyak korban jiwa , tidak terkecuali bagi anak-anak. Beberapa anak seperti Ahmet Burhan Atac, Mehmet Fatih Dedeoglu, Selman Calıskan, Eymen Kucukaydogan, Ali Ihsan Baser dan Furkan Dizdar didiagnosis menderita kanker setelah Ayah mereka ditangkap.
Ayah Kubra menjadi korban dari kebijakan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang telah menargetkan pengikut gerakan Gulen, sebuah kelompok berbasis agama yang diilhami oleh ulama Muslim Fethullah Gulen. Gerakan Gulen jadi target sejak adanya investigasi kasus korupsi pada 17-25 Desember 2013 yang melibatkan Erdogan—saat itu menjabat perdana menteri—, anggota keluarganya dan lingkaran dalamnya.
Namun Erdogan mengabaikan investigasi itu. Sebaliknya, dia menuduh Gulen mendalangi upaya kudeta dan berkonspirasi melawan pemerintahannya. Erdogan kemudian memburu dan menargetkan anggotanya di dalam maupun di luar negeri.
Gulen dan gerakan tersebut dengan tegas menyangkal keterlibatan dalam kudeta yang gagal atau pun tuduhan lainnya.
Aktivis hak asasi manusia (HAM) yang juga politisi Partai Rakyat Demokratik (HDP) Omer Faruk Gergerlioglu membagikan berita kematian gadis cilik itu di Twitter. Dia mengatakan Ertugrul Kuzan hanya dapat melihat putrinya setelah gadis kecil itu sudah dalam perawatan intensif pada saat itu.
Pembersihan pascakudeta di Turki telah memakan banyak korban jiwa , tidak terkecuali bagi anak-anak. Beberapa anak seperti Ahmet Burhan Atac, Mehmet Fatih Dedeoglu, Selman Calıskan, Eymen Kucukaydogan, Ali Ihsan Baser dan Furkan Dizdar didiagnosis menderita kanker setelah Ayah mereka ditangkap.
Lihat Juga :