Putri Penguasa Dubai Kirim Pesan Rahasia, Mengaku Ditahan di Vila
Rabu, 17 Februari 2021 - 06:06 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengaku ditahan sendirian tanpa akses ke bantuan medis atau hukum di satu vila dengan jendela dan pintu tertutup, dan dijaga oleh polisi.
Kisah Latifa tentang penangkapan dan penahanannya diungkapkan kepada BBC Panorama oleh teman dekatnya Tiina Jauhiainen, sepupu ibu Marcus Essabri dan juru kampanye David Haigh, yang semuanya berada di belakang kampanye Latifa Bebas.
Mereka mengatakan bahwa mereka telah mengambil keputusan sulit untuk merilis pesan-pesan tersebut sekarang karena khawatir akan keselamatan Latifa.
Merekalah yang berhasil menjalin kontak dengan Latifa saat dia ditahan di "vila" Dubai, yang katanya memiliki jendela berpalang dan para penjaga polisi.
Panorama telah secara independen memverifikasi detail tempat Latifa ditahan.
Sheikh Mohammed telah membangun kota yang sangat sukses tetapi aktivis hak asasi manusia (HAM) mengatakan tidak ada toleransi terhadap perbedaan pendapat dan sistem peradilan dapat mendiskriminasi perempuan.
Sheikh Mohammed memiliki perusahaan balap kuda yang besar dan sering menghadiri acara-acara besar seperti Royal Ascot, saat dia berfoto dengan Ratu Inggris Elizabeth II.
Namun dia menghadapi kritik keras terkait Putri Latifa dan juga ibu tirinya, Putri Haya Bint Al Hussain, yang melarikan diri ke London pada 2019 bersama kedua anaknya.
Perahu untuk Lari
Latifa yang sekarang 35 tahun itu pertama kali mencoba melarikan diri pada usia 16 tetapi baru setelah menghubungi pengusaha Prancis Herve Jaubert pada 2011, pelarian yang telah lama direncanakan itu terwujud.
Pelarian dilakukan dengan bantuan Jauhiainen, wanita yang awalnya instrukturnya untuk capoeira, seni bela diri Brasil.
Pada 24 Februari 2018, Latifa dan Jauhiainen naik perahu karet dan jet ski ke perairan internasional, di mana Jaubert sedang menunggu di kapal pesiar berbendera Amerika Serikat (AS).
Tapi delapan hari kemudian, di lepas pantai India, kapal itu disergap pasukan komando.
Jauhiainen mengatakan granat asap memaksa dia dan Latifa keluar dari persembunyian di kamar mandi di bawah dek dan mereka ditahan di bawah todongan senjata api.
Latifa dikembalikan ke Dubai, dan tidak terdengar kabarnya sampai sekarang.
Jauhiainen dan kru di kapal dibebaskan setelah dua pekan ditahan di Dubai. Pemerintah India tidak pernah berkomentar tentang perannya.
Kisah Latifa tentang penangkapan dan penahanannya diungkapkan kepada BBC Panorama oleh teman dekatnya Tiina Jauhiainen, sepupu ibu Marcus Essabri dan juru kampanye David Haigh, yang semuanya berada di belakang kampanye Latifa Bebas.
Mereka mengatakan bahwa mereka telah mengambil keputusan sulit untuk merilis pesan-pesan tersebut sekarang karena khawatir akan keselamatan Latifa.
Merekalah yang berhasil menjalin kontak dengan Latifa saat dia ditahan di "vila" Dubai, yang katanya memiliki jendela berpalang dan para penjaga polisi.
Panorama telah secara independen memverifikasi detail tempat Latifa ditahan.
Sheikh Mohammed telah membangun kota yang sangat sukses tetapi aktivis hak asasi manusia (HAM) mengatakan tidak ada toleransi terhadap perbedaan pendapat dan sistem peradilan dapat mendiskriminasi perempuan.
Sheikh Mohammed memiliki perusahaan balap kuda yang besar dan sering menghadiri acara-acara besar seperti Royal Ascot, saat dia berfoto dengan Ratu Inggris Elizabeth II.
Namun dia menghadapi kritik keras terkait Putri Latifa dan juga ibu tirinya, Putri Haya Bint Al Hussain, yang melarikan diri ke London pada 2019 bersama kedua anaknya.
Perahu untuk Lari
Latifa yang sekarang 35 tahun itu pertama kali mencoba melarikan diri pada usia 16 tetapi baru setelah menghubungi pengusaha Prancis Herve Jaubert pada 2011, pelarian yang telah lama direncanakan itu terwujud.
Pelarian dilakukan dengan bantuan Jauhiainen, wanita yang awalnya instrukturnya untuk capoeira, seni bela diri Brasil.
Pada 24 Februari 2018, Latifa dan Jauhiainen naik perahu karet dan jet ski ke perairan internasional, di mana Jaubert sedang menunggu di kapal pesiar berbendera Amerika Serikat (AS).
Tapi delapan hari kemudian, di lepas pantai India, kapal itu disergap pasukan komando.
Jauhiainen mengatakan granat asap memaksa dia dan Latifa keluar dari persembunyian di kamar mandi di bawah dek dan mereka ditahan di bawah todongan senjata api.
Latifa dikembalikan ke Dubai, dan tidak terdengar kabarnya sampai sekarang.
Jauhiainen dan kru di kapal dibebaskan setelah dua pekan ditahan di Dubai. Pemerintah India tidak pernah berkomentar tentang perannya.
Lihat Juga :