PBB Peringatkan Militer Myanmar: Respons Keras Memiliki Konsekuensi Parah!
Selasa, 16 Februari 2021 - 09:45 WIB
loading...
Para demonstran Myanmar anti-kudeta militer mendesak militer membebaskan pemimpin yang dikudeta Aung San Suu Kyi, di Naypyitaw, Myanmar, 15 Februari 2021. Foto/REUTERS/Stringer
A
A
A
NEW YORK CITY - Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memperingatkan militer Myanmar bahwa setiap respons keras terhadap para demonstran akan memiliki konsekuensi yang parah. Demo bermunculan di negara itu untuk menentang kudeta militer yang terjadi 1 Februari lalu.
Utusan Khusus PBB Christine Schraner Burgener menyampaikan peringatan itu ketika berbicara dengan wakil kepala junta militer pada hari Senin dalam saluran komunikasi yang langka antara tentara Myanmar dan dunia luar.
Baca juga: Para Diplomat Barat Peringatkan Militer Myanmar: Dunia Sedang Menonton!
Meskipun kendaraan lapis baja dan tentara telah dikerahkan ke beberapa kota besar pada akhir pekan, pengunjuk rasa kembali berdemonstrasi pada hari Senin untuk mengecam pengambilalihan kekuasaan pada 1 Februari dan menuntut pembebasan pemimpin yang ditahan Aung San Suu Kyi dan lainnya.
Protes pada hari Senin lebih kecil daripada ratusan ribu orang yang telah bergabung dengan demonstrasi sebelumnya. Kendati demikian, demo serupa juga bermunculan di beberapa negara Asia Tenggara itu.
"Schraner Burgener telah menegaskan bahwa hak berkumpul secara damai harus dihormati sepenuhnya dan para demonstran tidak dikenakan pembalasan," kata juru bicara PBB, Farhan Haq, seperti dikutip Reuters, Selasa (16/2/2021).
"Dia telah menyampaikan kepada militer Myanmar bahwa dunia sedang mengawasi dengan saksama, dan segala bentuk respons keras kemungkinan besar memiliki konsekuensi yang parah," ujarnya.
Utusan Khusus PBB Christine Schraner Burgener menyampaikan peringatan itu ketika berbicara dengan wakil kepala junta militer pada hari Senin dalam saluran komunikasi yang langka antara tentara Myanmar dan dunia luar.
Baca juga: Para Diplomat Barat Peringatkan Militer Myanmar: Dunia Sedang Menonton!
Meskipun kendaraan lapis baja dan tentara telah dikerahkan ke beberapa kota besar pada akhir pekan, pengunjuk rasa kembali berdemonstrasi pada hari Senin untuk mengecam pengambilalihan kekuasaan pada 1 Februari dan menuntut pembebasan pemimpin yang ditahan Aung San Suu Kyi dan lainnya.
Protes pada hari Senin lebih kecil daripada ratusan ribu orang yang telah bergabung dengan demonstrasi sebelumnya. Kendati demikian, demo serupa juga bermunculan di beberapa negara Asia Tenggara itu.
"Schraner Burgener telah menegaskan bahwa hak berkumpul secara damai harus dihormati sepenuhnya dan para demonstran tidak dikenakan pembalasan," kata juru bicara PBB, Farhan Haq, seperti dikutip Reuters, Selasa (16/2/2021).
"Dia telah menyampaikan kepada militer Myanmar bahwa dunia sedang mengawasi dengan saksama, dan segala bentuk respons keras kemungkinan besar memiliki konsekuensi yang parah," ujarnya.
Lihat Juga :