Trump Sebut Sidang Pemakzulannya sebagai Babak Baru 'Perburuan Penyihir'
Senin, 15 Februari 2021 - 04:11 WIB
loading...
A
A
A
Dia kemudian berjanji untuk segera mengungkap konsepnya tentang masa depan negaranya.Baca juga: Lanjutkan Trump, Biden Tetap Depak Turki dari Program Jet Tempur F-35
"Dalam beberapa bulan kedepan saya memiliki banyak hal untuk dibagikan dengan Anda dan saya berharap dapat melanjutkan perjalanan luar biasa kami bersama untuk mencapai kebesaran Amerika bagi semua rakyat kami," ujarnya.
"Kami memiliki begitu banyak pekerjaan di depan kami, dan segera kami akan muncul dengan visi untuk masa depan Amerika yang cerah, bersinar, dan tak terbatas," tukasnya.Baca juga: Trump Divonis Bebas, Biden: Demokrasi Sudah Sangat Rapuh
Senat AS sendiri akhirnya membebaskan Trump darihukuman dalam sidang pemakzulan keduanya dalam satu tahun.Dari 100 anggota Senat, 57 mendukung untuk menghukum sang mantan presiden dan 43 memilih untuk membebaskannya.
Jumlah ini tidak sampai dari dua pertiga mayoritas yang diperlukan untuk menghukum Trump dengan tuduhan menghasut pemberontakan yang menewaskan lima orang, memaksa anggota parlemen untuk melarikan diri, dan menempatkan wakil presiden dalam bahaya saat mengawasi sertifikasi kemenangan pemilihan Biden.
"Dalam beberapa bulan kedepan saya memiliki banyak hal untuk dibagikan dengan Anda dan saya berharap dapat melanjutkan perjalanan luar biasa kami bersama untuk mencapai kebesaran Amerika bagi semua rakyat kami," ujarnya.
"Kami memiliki begitu banyak pekerjaan di depan kami, dan segera kami akan muncul dengan visi untuk masa depan Amerika yang cerah, bersinar, dan tak terbatas," tukasnya.Baca juga: Trump Divonis Bebas, Biden: Demokrasi Sudah Sangat Rapuh
Senat AS sendiri akhirnya membebaskan Trump darihukuman dalam sidang pemakzulan keduanya dalam satu tahun.Dari 100 anggota Senat, 57 mendukung untuk menghukum sang mantan presiden dan 43 memilih untuk membebaskannya.
Jumlah ini tidak sampai dari dua pertiga mayoritas yang diperlukan untuk menghukum Trump dengan tuduhan menghasut pemberontakan yang menewaskan lima orang, memaksa anggota parlemen untuk melarikan diri, dan menempatkan wakil presiden dalam bahaya saat mengawasi sertifikasi kemenangan pemilihan Biden.
(esn)
Lihat Juga :