Rusia Bangun Pangkalan Udara Suriah untuk Terima Pesawat Pembom Nuklir

Jum'at, 12 Februari 2021 - 20:10 WIB
loading...
Rusia Bangun Pangkalan...
Pesawat pembom berkemampuan nuklir milik Rusia. Foto/REUTERS
A A A
DAMASKUS - Rusia memodernisasi Pangkalan Udara Hmeimim di Latakia, Suriah barat, sebagai persiapan untuk menerima pesawat pembom nuklir strategis.

“Langkah ini sebagai bagian dari rencana Moskow memperkuat kehadiran Rusia di negara itu,” ungkap laporan surat kabar Nezavisimaya Gazeta dari Rusia.

Surat kabar itu mengatakan Rusia sedang memodernisasi Pangkalan Udara Hmeimim dengan membangun kembali landasan pacu untuk menerima pesawat strategis jarak jauh yang mampu membawa senjata nuklir.

Baca juga: Arab Saudi: Drone Houthi di Bandara Abha Replika UAV Iran 'Ababil T'

Menurut media Rusia, pesawat pembom strategis akan mampu, jika perlu, untuk menyerang "teroris Suriah" dan mendukung Skuadron Mediterania Rusia.

Baca juga: Biden Bentrok dengan Xi: China akan Santap Makan Siang Kita

Surat kabar tersebut mengutip analis Amerika Serikat (AS) Joseph Trevithick yang mengatakan Rusia membuat landasan pacu lebih panjang yang akan memungkinkannya mengayunkan keseimbangan geopolitik di Timur Tengah sehingga menguntungkannya.

Lihat infografis: Pasukan Amerika Serikat Tak Lagi Lindungi Ladang Minyak Suriah

"Pangkalan Hmeimim adalah alat penting bagi kehadiran Rusia di Suriah, dan lebih tepat untuk mengatakan di sini bahwa Rusia sedang mencoba memperluas pengaruh geopolitik dan militernya untuk mencakup seluruh Mediterania," papar Trevithick.



Dia menunjukkan, "Pesawat pembom Rusia yang dilengkapi rudal bersayap, yang diluncurkan dari pangkalan udara Hmeimim, dapat membahayakan target-target di Eropa dan menyerang angkatan laut musuh jika terjadi konflik."

Menurut analis AS itu, pesawat pembom juga mampu merespon lebih efektif terhadap krisis dan situasi tak terduga di Timur Tengah dan Afrika Utara.

“Tahun lalu, otoritas Suriah setuju memberi Rusia tambahan daratan dan perairan pesisir untuk memperluas pangkalan udara militernya di Hmeimim,” papar laporan Reuters.

Kesepakatan yang ditandatangani perwakilan kedua negara pada 21 Juli dan berlaku efektif pada 30 Juli itu menyangkut wilayah darat dan laut dekat provinsi Latakia, tempat pangkalan udara itu berada.

Rusia telah mendukung pemerintahan Presiden Suriah Bashar Al-Assad yang berkuasa sejak awal konflik Suriah pada 2011.

Pada September 2015, Rusia terlibat secara langsung dengan militer dalam perang saudara dan mengubah keseimbangan, sehingga memungkinkan rezim merebut kembali wilayah yang dikuasai pemberontak.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Ngeri! Suhu Paris Lebih...
Ngeri! Suhu Paris Lebih Panas daripada Makkah
Rekomendasi
Bukan Perintah Menyerang,...
Bukan Perintah Menyerang, Ini Ayat Al-Quran yang Mengizinkan Perang
IHSG Pekan Depan Diprediksi...
IHSG Pekan Depan Diprediksi Rawan Koreksi, Bakal Menguji Level 5.723-5.784
Indonesia Butuh Koalisi...
Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan
Berita Terkini
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Infografis
Jerman akan Gelar Latihan...
Jerman akan Gelar Latihan Militer untuk Hadapi Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved