Saat Dipenjara, Aktivis Perempuan Saudi Disebut Dipaksa Lakukan Tindakan Seks

Jum'at, 12 Februari 2021 - 02:29 WIB
loading...
Saat Dipenjara, Aktivis...
Loujain al-Hathloul, aktivis hak-hak perempuan Arab Saudi, dibebaskan dari penjara. Foto/REUTERS
A A A
RIYADH - Loujain al-Hathloul , aktivis hak-hak perempuan Arab Saudi , telah dibebaskan dari penjara pada hari Rabu. Selama ditahan, dia dilaporkan pernah dipaksa mencium dan melakukan tindakan seks pada interogator penjara.

Al-Hathloul terkenal sebagai aktivis yang mendorong pemerintah Arab Saudi untuk mengakhiri larangan bagi perempuan untuk mengemudikan kendaraan.

Baca juga: Saudi Bebaskan Aktivis Hak-hak Perempuan Loujain al-Hathloul

Dia ditangkap pada 2018. Dia kemudian dijatuhi hukuman hampir enam tahun penjara pada Desember lalu di bawah undang-undang kontraterorisme yang luas.

Al-Hathloul—yang menghabiskan 1.001 hari di penjara, dengan waktu dalam penahanan praperadilan dan kurungan isolasi—dituduh melakukan kejahatan seperti mendorong perubahan, menggunakan internet untuk menyebabkan kekacauan dan mengejar agenda asing. Kelompok hak asasi manusia (HAM) menggambarkan tuduhan-tuduhan itu bermotif politik.

Aktivis berusia 31 tahun itu meroket menjadi terkenal di Arab Saudi karena kritiknya terhadap sistem perwalian kerajaan, sistem yang melarang wanita bepergian tanpa kerabat laki-laki. Dia juga dikenal karena keterbukaannya tentang masalah HAM.

Dia pertama kali ditahan pada tahun 2014 selama 70 hari, ketika—sebagai tindakan pembangkangan—dia mem-posting video online dirinya mencoba mengemudi dari Uni Emirat Arab ke Kerajaan Arab Saudi.

Pembebasannya telah diharapkan terjadi Maret ini karena hakim Arab Saudi menangguhkan dua tahun lebih 10 bulan dari hukumannya dan memberikan penghargaan atas waktu penjara yang telah dijalani.

"Tetapi ketika dia di penjara, beberapa sumber melaporkan bahwa Loujain Al-Hathloul... telah dipaksa untuk mencium dan melakukan tindakan seks lainnya pada interogator," tulis Helena Kennedy, seorang pengacara Inggris dan pembela HAM, dalam sebuah laporan yang dikeluarkan bulan November tahun lalu ketika Arab Saudi mengadakan KTT G-20 virtual, seperti dikutip AP, Kamis (11/2/2021).

Baca juga: Pangkalannya Kembali Kebobolan, Militer Israel Dipermalukan

Dari balik jeruji besi, al-Hathloul melancarkan aksi mogok makan untuk memprotes kondisi penjaranya dan bergabung dengan aktivis perempuan lainnya dalam memberikan kesaksian kepada hakim bahwa dia disiksa dan diserang secara seksual oleh pria bertopeng selama interogasi. Para wanita tersebut melaporkan bahwa mereka dicambuk, disetrum, dan disiram air. Beberapa mengatakan mereka diraba-raba dan diancam dengan pemerkosaan. Namun, pemerintah Arab Saudi menyangkal bahwa ada tahanan yang dianiaya.

Keluarga Al-Hathloul mengatakan bahwa pengadilan banding pada hari Selasa menolak klaim penyiksaannya, dengan alasan kurangnya bukti. Sementara beberapa aktivis dan keluarga mereka dipaksa untuk bungkam. Saudara kandung al-Hathloul yang tinggal di Amerika Serikat (AS) dan Eropa telah meluncurkan kampanye penting yang menyerukan pembebasannya.

Dalam konferensi pers pada hari Kamis, Lina al-Hathloul—salah satu saudara perempuan aktivis tersebut—mengatakan Loujain al-Hathloul mengatakan kepada orang tuanya melalui panggilan telepon dari penjara bahwa dia baik-baik saja, tetapi pada kenyataannya dia memiliki perangkat sengatan listrik yang terpasang di telinganya.

Menurut keluarganya, meskipun dia dibebaskan, Loujain al-Hathloul akan tetap hidup dalam kondisi pengawasan yang ketat, termasuk larangan perjalanan lima tahun dan masa percobaan tiga tahun.

"Loujain ada di rumah, tapi dia tidak bebas. Pertarungan belum berakhir," tulis Lina al-Houthal di Twitter. "Saya tidak sepenuhnya senang tanpa pembebasan semua tahanan politik."

Menurut BBC, keluarganya sekarang akan menuntut keadilan bagi para penyiksa Loujain al-Houthloul.

Keluarga Al-Hathloul sekarang memuji pemerintahan Joe Biden karena membantu mengamankan pembebasan awal aktivis tersebut.

"Dia dibebaskan setelah beberapa minggu setelah [Presiden] Biden berkuasa. Tanpa tekanan internasional, kami tidak dapat memperoleh sesuatu di Arab Saudi," kata saudara perempuannya, Alia al-Hathloul, kepada wartawan, Kamis.

"Terima kasih Presiden, itu membantu membebaskan adik saya."

Presiden Biden, dalam pidatonya di Pentagon pada hari Rabu, menggambarkan pembebasan al-Hathloul sebagai "berita selamat datang".

"Dia adalah aktivis yang kuat untuk hak-hak perempuan dan membebaskannya adalah hal yang benar untuk dilakukan," katanya.

Presiden Prancis Emmanuel Macron juga mengatakan pada Rabu bahwa dia menyambut baik pembebasan al-Hathloul dan "berbagi kelegaan" dengan keluarganya.

Tidak ada komentar langsung dari otoritas Saudi tentang pembebasannya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
KOPRI PB PMII Desak...
KOPRI PB PMII Desak Polisi Tuntaskan Kasus Dugaan Pemerkosaan di Maluku Utara
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Dobrak Tradisi, Raja...
Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun
Rekomendasi
Otto Media Grup dan...
Otto Media Grup dan SOMETHINC Dorong Kolaborasi Bisnis Kreator
Fany Sulf Sentil Fenomena...
Fany Sulf Sentil Fenomena Netizen Suka Komentar Lewat Lagu Orang-Orang
Jadwal Formula 1 Lenovo...
Jadwal Formula 1 Lenovo Austrian Grand Prix 2026, Live Streaming di VISION+
Berita Terkini
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved