Ilmuwan Nuklir Iran Disebut Dihabisi Mossad dengan Senjata 1 Ton

Kamis, 11 Februari 2021 - 19:07 WIB
loading...
A A A
"Senjata itu dipasang di bagian belakang truk Nissan dan diledakkan untuk menghancurkan bukti setelah pembunuhan itu," lanjut laporan Jewish Chronicle.

"Senjata yang dipesan lebih dahulu, dioperasikan dari jarak jauh oleh agen di darat saat mereka mengamati target, sangat berat karena termasuk bom yang menghancurkan bukti setelah pembunuhan," sambung laporan tersebut.

Laporan media Yahudi itu menegaskan bahwa AS tidak terlibat dalam pembunuhan Fakrizadeh. Orang Amerika, kata laporan itu, hanya diberi "sedikit petunjuk".

Lebih lanjut, laporan tersebut menegaskan bahwa analis Israel percaya pembunuhan Fakhrizadeh telah memperpanjang waktu yang dibutuhkan Iran untuk membuat senjata nuklir, jika memutuskan untuk meledakkan bom, dari 3,5 bulan menjadi sekitar 2 hingga 5 tahun.

Baca juga: Media Israel: Ada Rekaman Fakhrizadeh Bicara Tentang Membangun 5 Hulu Ledak Nuklir Iran

Publikasi laporan itu datang ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berhadapan dengan pemerintahan baru di AS, yang mana Presiden Joe Biden mengatakan dia bermaksud untuk memasukkan AS kembali kesepakatan nuklir JCPOA 2015 yang dinegosiasikan di bawah presiden Barack Obama. AS keluar dari JCPOA pada tahun 2018 di era presiden Donald Trump.

Netanyahu, yang secara terbuka melobi kesepakatan nuklir 2015, telah memperingatkan bahwa akan menjadi kesalahan bagi AS untuk bergabung kembali dengan JCPOA.

"Tidak ada keraguan bahwa apapun pendekatan yang diambil Amerika dengan Iran, Israel akan 'mempertahankan dirinya sendiri'," kata laporan hari Rabu, dan mengutip sumber anonim Israel, yang secara jelas mengatakan: "Strategi utama kami untuk memengaruhi Amerika Serikat adalah untuk mempresentasikan intelijen 2018 kami ke IAEA. Tetapi jika tidak berhasil, kami akan bertindak. AS tidak akan menyukainya, tetapi kami akan menjaga kedaulatan kami dan melawan setiap ancaman yang ada. Jika situasinya menjadi kritis, kami tidak akan meminta izin kepada siapa pun. Kami akan membunuh bomnya."

Rincian laporan tentang serangan Fakhrizadeh setidaknya secara sebagian sesuai dengan klaim media Iran yang mengatakan pembunuhan itu dilakukan dari jauh menggunakan senapan mesin yang dikendalikan dari jarak jauh yang terpasang pada mobil.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengatakan senjata itu dikendalikan satelit dengan "artificial intelligence (kecerdasan buatan)".

Laporan Jewish Chronicle mengatakan perencanaan pembunuhan dimulai setelah Mossad mencuri banyak dokumen dari gudang Teheran tentang program nuklir Iran, dalam operasi yang dipublikasikan oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada 2018.

Sebuah artikel pendamping hari Rabu, yakni dari majalah Spectator yang ditulis oleh jurnalis yang sama; Jake Wallis Simons, mengatakan sentralitas Fakhrizadeh pada program senjata nuklir Iran yang nakal digarisbawahi oleh penemuan tentang dokumen yang ditemukan telah ditulis tangan olehnya , dan beberapa memiliki sidik jarinya "secara harfiah" di seluruh bagian itu.

Penulis laporan itu menambahkan, Fakhrizadeh ditemukan menjadi arsitek dari semua yang ada di arsip. "Dia mengarahkan semua aspek [program Iran], dari sains dan situs rahasia hingga personel dan pengetahuannya. Sejak saat itu—untuk menggunakan bahasa gaul Mossad—menjadi jelas bahwa sang ilmuwan harus 'pergi'," bunyi laporan tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
4 Alasan Mojtaba Khamenei...
4 Alasan Mojtaba Khamenei Bersumpah Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya
Houthi Umumkan Blokade...
Houthi Umumkan Blokade Laut Terhadap Arab Saudi
Harga Minyak Dunia Mendidih...
Harga Minyak Dunia Mendidih usai Trump Ancam Bombardir Infrastruktur Iran
Rekomendasi
Ketua Umum Partai Perindo...
Ketua Umum Partai Perindo Angela Tanoesoedibjo Hadiri Harlah ke-28 PKB di JCC Malam Ini
Kapolri Bertemu Direktur...
Kapolri Bertemu Direktur FBI, Bahas Penguatan Kerja Sama Kejahatan Transnasional
Permintaan Hunian Tetap...
Permintaan Hunian Tetap Tinggi, Alam Sutera Kembangkan Kawasan Residensial Baru
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved