George Shultz Meninggal, Diplomat AS Akhiri Perang Dingin tapi Anjurkan Perang Baru

Senin, 08 Februari 2021 - 06:51 WIB
loading...
A A A
Pada tahun 1983, seorang pembom bunuh diri yang diduga seorang militan Muslim Syiah meledakkan barak Marinir AS yang bertugas sebagai penjaga perdamaian di Lebanon, menewaskan 241 orang. Kemudian, serangan kedua yang menargetkan pasukan Prancis, menewaskan 59 orang.

Dengan pembajakan dan pemboman yang meningkat di seluruh dunia, Shultz bersumpah dalam pidatonya tahun 1984 di sinagoga New York bahwa Amerika Serikat akan "melampaui pertahanan pasif untuk mempertimbangkan cara-cara pencegahan aktif, pencegahan dan pembalasan."

"Kita tidak bisa membiarkan diri kita menjadi Hamlet bangsa-bangsa, tanpa henti mengkhawatirkan apakah dan bagaimana menanggapinya," kata Shultz, yang merekomendasikan serangan AS di Libya pada 1986 setelah seorang tentara AS tewas dalam serangan di sebuah kelab malam Berlin.

Doktrin Shultz dikutip dua dekade kemudian ketika George W. Bush menginvasi Irak, yang secara tidak akurat menuduh rezim Saddam Hussein sedang mengejar senjata pemusnah massal.

Shultz secara vokal mendukung invasi tersebut, yang seiring dengan perang yang terjadi akan merenggut ratusan ribu nyawa.

Menyatakan Irak sebagai "negara nakal", Shultz mengatakan penggulingan Saddam Hussein sangat penting untuk integritas sistem internasional dan untuk upaya menangani terorisme secara efektif.

Sementara menteri luar negeri, kebijakan Shultz di Timur Tengah lebih moderat. Dia berulang kali bentrok dengan sekutunya Israel, terutama di Lebanon, dan membuka kontak dengan Organisasi Pembebasan Palestina.

Melanggar Ortodoksi

Shultz pernah melayani Nixon sebagai Menteri Tenaga Kerja dan juga mengepalai Kantor Manajemen dan Anggaran, sebuah pos setingkat kabinet.

Dalam sebuah esai untuk ulang tahunnya yang ke-100 pada tahun 2020, dia mengeluhkan gaya Donald Trump, dengan mengatakan bahwa Amerika Serikat, seperti individu, dapat berhasil hanya jika orang lain mempercayainya.

"Sederhananya," katanya, "kepercayaan adalah koin dunia."
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Selat Hormuz Ditutup...
Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Ancam Lenyapkan Iran
Rekomendasi
Lindungi Generasi Muda,...
Lindungi Generasi Muda, Sejumlah Elemen Dukung Standardisasi Kemasan Rokok
2 Pembangkit Besar Jadi...
2 Pembangkit Besar Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Jawa, Dirut PLN: Satu Berhasil Pulih
BAZNAS DKI Jakarta Buka...
BAZNAS DKI Jakarta Buka Lowongan Kerja, Ini Syarat dan Posisi yang Dibuka
Berita Terkini
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Profil Abelardo De La...
Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
9 Kota di Mana Matahari...
9 Kota di Mana Matahari Hampir Tidak Pernah Terbenam atau Terbit saat Musim Panas
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved