Eks Komandan Navy Seal: Putin Orang yang Sangat Berbahaya
Jum'at, 05 Februari 2021 - 22:55 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: AS Desak Rusia Bebaskan Ribuan Demonstran Pendukung Navalny
McRaven, yang memilih Biden meskipun menganggap dirinya konservatif, adalah kritikus blak-blakan terhadap kebijakan Trump.
Dalam kolom opini yang diterbitkan pada bulan Agustus, McRaven menulis bahwa Trump secara aktif bekerja untuk merusak setiap institusi besar di negara adidaya itu saat AS berjuang dengan meningkatnya ancaman dari China dan Rusia, di antara tantangan lainnya.
Salah satu opininya yang terkenal adalah artikel tahun 2019 berjudul "Republik Kita Sedang Diserang Presiden", di mana ia berkata: "Jika presiden ini tidak menunjukkan kepemimpinan yang dibutuhkan Amerika, baik di dalam maupun di luar negeri, maka itu adalah waktunya untuk orang baru di Ruang Oval."
Dia mengatakan bahwa tindakan Trump mengancam kepercayaan sekutu dan mitra Amerika.
"Jika janji kami tidak berarti, bagaimana sekutu kami akan mempercayai kami? Jika kami tidak dapat percaya pada prinsip-prinsip bangsa kami, mengapa pria dan wanita bangsa ini bergabung dengan militer," tulis McRaven.
Baca juga: Putin Perintahkan Moskow Mulai Negosiasi Perpanjangan Perjanjian New START dengan AS
"Dan jika mereka tidak bergabung, siapa yang akan melindungi kita? Jika kita bukan juara kebaikan dan hak, lalu siapa yang akan mengikuti kita? Dan jika tidak ada yang mengikuti kita - di mana akhir dunia ini?" tulisnya.
McRaven mengabdi hampir empat dekade di militer. Sebagai komandan Komando Operasi Khusus Gabungan, dia mengawasi Operasi Neptune Spear, penyerbuan militer yang berhasil membunuh pemimpin al-Qaeda Osama bin Laden pada 2011.
Setelah pensiun dari Angkatan Laut pada tahun 2014, ia masuk ke dunia akademis dan telah menulis buku-buku terlaris tentang kepemimpinan, termasuk "Make Your Bed: Little Things That Can Change Your Life and Maybe the World" dan "Sea Stories: My Life in Special Operations."
McRaven, yang memilih Biden meskipun menganggap dirinya konservatif, adalah kritikus blak-blakan terhadap kebijakan Trump.
Dalam kolom opini yang diterbitkan pada bulan Agustus, McRaven menulis bahwa Trump secara aktif bekerja untuk merusak setiap institusi besar di negara adidaya itu saat AS berjuang dengan meningkatnya ancaman dari China dan Rusia, di antara tantangan lainnya.
Salah satu opininya yang terkenal adalah artikel tahun 2019 berjudul "Republik Kita Sedang Diserang Presiden", di mana ia berkata: "Jika presiden ini tidak menunjukkan kepemimpinan yang dibutuhkan Amerika, baik di dalam maupun di luar negeri, maka itu adalah waktunya untuk orang baru di Ruang Oval."
Dia mengatakan bahwa tindakan Trump mengancam kepercayaan sekutu dan mitra Amerika.
"Jika janji kami tidak berarti, bagaimana sekutu kami akan mempercayai kami? Jika kami tidak dapat percaya pada prinsip-prinsip bangsa kami, mengapa pria dan wanita bangsa ini bergabung dengan militer," tulis McRaven.
Baca juga: Putin Perintahkan Moskow Mulai Negosiasi Perpanjangan Perjanjian New START dengan AS
"Dan jika mereka tidak bergabung, siapa yang akan melindungi kita? Jika kita bukan juara kebaikan dan hak, lalu siapa yang akan mengikuti kita? Dan jika tidak ada yang mengikuti kita - di mana akhir dunia ini?" tulisnya.
McRaven mengabdi hampir empat dekade di militer. Sebagai komandan Komando Operasi Khusus Gabungan, dia mengawasi Operasi Neptune Spear, penyerbuan militer yang berhasil membunuh pemimpin al-Qaeda Osama bin Laden pada 2011.
Setelah pensiun dari Angkatan Laut pada tahun 2014, ia masuk ke dunia akademis dan telah menulis buku-buku terlaris tentang kepemimpinan, termasuk "Make Your Bed: Little Things That Can Change Your Life and Maybe the World" dan "Sea Stories: My Life in Special Operations."
(ber)
Lihat Juga :