Eks Komandan Navy Seal: Putin Orang yang Sangat Berbahaya
Jum'at, 05 Februari 2021 - 22:55 WIB
loading...
A
A
A
"Tetapi jangan salah tentang itu, saya pikir kami perlu mengambil garis keras sehubungan dengan Rusia. Kami perlu memberi tahu Putin itu ada garis yang tidak boleh Anda lewati," tuturnya.
McRaven memuji panggilan telepon pertama Presiden Joe Biden dengan Putin, di mana presiden, menurut Gedung Putih, menjelaskan bahwa AS akan bertindak tegas dalam membela kepentingan nasionalnya dalam menanggapi tindakan Rusia yang merugikan AS atau sekutunya.
Biden dikatakan telah membahas masalah kontrol senjata, menegaskan dukungan AS untuk Ukraina, dan menekan Putin pada serangan siber besar-besaran SolarWinds yang memengaruhi sejumlah lembaga dan biro pemerintah federal, campur tangan pemilu, dan peracunan kritikus Kremlin Alexei Navalny.
"Saya senang melihat presiden dalam panggilan telepon pertamanya dengan Presiden Putin membahas masalah Alexei Navalny," ungkap McRaven.
"Saya tidak berpikir Presiden Trump akan melakukan itu," ia menambahkan.
Baca juga: Pertama Kalinya Sejak Duduk di Gedung Putih, Biden Telepon Putin
Untuk diketahui saat menjabat presiden, Donald Trump tidak mengutuk Rusia atas kasus peracunan Navalny, yang baru-baru ini dijebloskan Rusia ke penjara.
McRaven berpendapat bahwa AS tidak hanya perlu menjelaskan posisinya kepada Rusia, tetapi juga perlu membangun kembali dan memanfaatkan aliansi untuk memastikan bahwa Rusia memahami bagaimana mereka perlu bermain.
Pemerintahan Biden telah membangun kembali aliansi, terlibat kembali dalam urusan internasional, dan memimpin dengan keyakinan dan prioritas kerendahan hati. Pendekatan kebijakan luar negeri Biden sangat kontras dengan kebijakan "America First" Trump.
Selama masa kepresidenannya, Trump dikritik oleh Demokrat dan beberapa Republikan karena menekan sekutu dan mitranya sambil sesekali menyesuaikan diri dengan musuh.
Secara khusus, para kritikus menyatakan keprihatinan ketika Trump memberikan nada damai terhadap Rusia, meskipun ada peringatan dari seluruh komunitas intelijen dan bagian lain dari pemerintah AS bahwa Rusia terlibat dalam kegiatan yang merugikan kepentingan AS.
McRaven memuji panggilan telepon pertama Presiden Joe Biden dengan Putin, di mana presiden, menurut Gedung Putih, menjelaskan bahwa AS akan bertindak tegas dalam membela kepentingan nasionalnya dalam menanggapi tindakan Rusia yang merugikan AS atau sekutunya.
Biden dikatakan telah membahas masalah kontrol senjata, menegaskan dukungan AS untuk Ukraina, dan menekan Putin pada serangan siber besar-besaran SolarWinds yang memengaruhi sejumlah lembaga dan biro pemerintah federal, campur tangan pemilu, dan peracunan kritikus Kremlin Alexei Navalny.
"Saya senang melihat presiden dalam panggilan telepon pertamanya dengan Presiden Putin membahas masalah Alexei Navalny," ungkap McRaven.
"Saya tidak berpikir Presiden Trump akan melakukan itu," ia menambahkan.
Baca juga: Pertama Kalinya Sejak Duduk di Gedung Putih, Biden Telepon Putin
Untuk diketahui saat menjabat presiden, Donald Trump tidak mengutuk Rusia atas kasus peracunan Navalny, yang baru-baru ini dijebloskan Rusia ke penjara.
McRaven berpendapat bahwa AS tidak hanya perlu menjelaskan posisinya kepada Rusia, tetapi juga perlu membangun kembali dan memanfaatkan aliansi untuk memastikan bahwa Rusia memahami bagaimana mereka perlu bermain.
Pemerintahan Biden telah membangun kembali aliansi, terlibat kembali dalam urusan internasional, dan memimpin dengan keyakinan dan prioritas kerendahan hati. Pendekatan kebijakan luar negeri Biden sangat kontras dengan kebijakan "America First" Trump.
Selama masa kepresidenannya, Trump dikritik oleh Demokrat dan beberapa Republikan karena menekan sekutu dan mitranya sambil sesekali menyesuaikan diri dengan musuh.
Secara khusus, para kritikus menyatakan keprihatinan ketika Trump memberikan nada damai terhadap Rusia, meskipun ada peringatan dari seluruh komunitas intelijen dan bagian lain dari pemerintah AS bahwa Rusia terlibat dalam kegiatan yang merugikan kepentingan AS.
Lihat Juga :