Covid-19 Ciptakan Ketidakpastian, Munculkan Kecemasan

Sabtu, 16 Mei 2020 - 23:07 WIB
loading...
Covid-19 Ciptakan Ketidakpastian,...
Ilustrasi
A A A
ANKARA - Isolasi panjang yang berlangsung selama berbulan-bulan akibat pandemi Covid-19 telah menaburkan ketidakpastian tentang masa depan dan membuat banyak orang cemas. Menurut psikolog, hal ini dapat memicu masalah jangka panjang.

"Ketidakpastian adalah salah satu tantangan terbesar yang dihadapi orang saat ini. Kami merasa sangat sulit untuk menghadapi ketidakpastian, karena itu perasaan tidak aman," ucap Burcu Aksongur, seorang psikolog di Ankara, Turki.

(Baca: Taubat di Bulan Ramadhan: Masih Ada Waktu Sedikit Lagi )

“Apa yang akan terjadi besok? Kapan proses ini akan berakhir? Apakah saya akan sakit? Akankah sesuatu terjadi pada orang yang saya cintai?" sambungnya, menandai beberapa pertanyaan yang telah lama terkunci dalam pikiran banyak orang.

Dia mengatakan, tingkat stres yang lebih tinggi dapat menyebabkan gangguan tidur, kegelisahan, kelambanan, kesusahan, dan kemarahan, dan dalam menghadapi ini orang-orang harus mencoba menginspirasi diri sendiri dan lingkungan.

Mendesak orang untuk mencoba menghindari perasaan negatif, dia menuturkan bahwa semua orang harus ingat bahwa ini akan berlalu. "Akan lebih baik untuk melakukan lebih banyak kegiatan yang membuat kita merasa lebih baik," ujarnya, seperti dilansir Anadolu Agency.

Untuk memacu perasaan yang lebih baik, dia merekomendasikan orang untuk mencoba kegiatan seperti latihan pernapasan, bersantai, berbicara dengan orang yang dicintai, berdoa, mempelajari sesuatu yang baru, berharap semoga tentang masa depan, dan berbagi masalah kita jika kita tidak bisa mengatasinya sendiri.

Menurutnya, setiap orang memiliki ciri kepribadian yang berbeda, seperti nilai-nilai, keterampilan koping, dan fleksibilitas, yang menentukan bagaimana kita memandang dan memperlakukan insiden seperti pandemi.

"Ada orang-orang yang terkena dampak negatif, serta mereka yang dapat fokus pada pengembangan individu mereka dengan kesadaran yang dapat menghasilkan hasil positif. Ada juga yang memperkuat struktur keluarga mereka, dan menyesuaikan diri dengan tinggal sendiri," katanya.

"Mereka yang berusia di bawah 20 atau lebih tua dari 65 tahun, merasakan tantangan terbesar dalam situasi ini karena mereka jauh dari lingkungan sosial mereka. Sementara anak-anak dan remaja mencari teman-teman mereka, orang tua melewatkan waktu dengan anak-anak dan cucu-cucu mereka,” tuturnya.

(Baca: Abu Nawas Jalankan Perintah Baginda Mengajar Lembu Mengaji )

Aksongur mengatakan, bahkan setelah pandemi mereda, orang dapat mengubah perilaku dan kebiasaan mereka. “Saya pikir keinginan untuk bersatu dan berpartisipasi dalam kegiatan kolektif akan terus berlanjut,” katanya.

Dia menyebut, orang-orang masih mendambakan pertemuan dengan teman, perjalanan, kegiatan olahraga, kunjungan keluarga, pergi ke bioskop dan drama, konser, kafe, restoran, hotel, resor liburan dan sejenisnya.

“Kami dapat mengamati perubahan pada semuanya di masa mendatang. Tetapi pendapat saya adalah bahwa kita akan cenderung untuk terus mempertahankan kebiasaan kita. Akan ada lebih banyak fokus pada kebersihan pribadi," tambahnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keputusan China Akhiri...
Keputusan China Akhiri 'Nol Covid-19' Diduga Picu 1,9 Juta Ekses Kematian
Jejak Panjang Pandemi...
Jejak Panjang Pandemi Covid-19: dari Muncul di Wuhan hingga Dinyatakan Berakhir
WHO: Covid-19 Sudah...
WHO: Covid-19 Sudah Berakhir
Bukan Kebocoran Lab,...
Bukan Kebocoran Lab, Data Baru Kaitkan Virus Covid-19 Berasal dari Binatang Ini
Waduh! 80% Populasi...
Waduh! 80% Populasi China Telah Terinfeksi Covid-19
Turun Level, Jepang...
Turun Level, Jepang Pertimbangkan Covid-19 Sebagai Flu Musiman
Satu Lagi Varian Baru...
Satu Lagi Varian Baru Virus Corona Bikin Was-was Ahli Kesehatan
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
Heboh Bendera Saudi...
Heboh Bendera Saudi Tak Diletakkan di Atas Rumput Selama Laga Piala Dunia, Kenapa?
Rekomendasi
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp4.000 per Gram, Simak Rinciannya
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Berita Terkini
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Infografis
19 Kampus Indonesia...
19 Kampus Indonesia yang Peringkat Dunianya Melonjak di QS WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved