Biden Belum Telepon Netanyahu Hingga Kini, PM Israel Harusnya Resah
Jum'at, 05 Februari 2021 - 15:27 WIB
loading...
A
A
A
Kinnon bersikukuh bahwa nasib Israel bergantung pada keputusan yang dibuatnya dan cara tindakannya. "Tidak lagi tergantung pada kemauan satu pemimpin dunia atau lainnya. Sebagai bangsa, lebih baik kita memahami pergeseran ini."
The Post mengutip juru bicara Gedung Putih Jane Psaki yang mengatakan dia mengharapkan Biden menghubungi Netanyahu dalam beberapa pekan mendatang.
"(Biden) belum menghubungi semua pemimpin asing, tapi dia pasti ingin menghabiskan lebih banyak waktu untuk berbicara dengan para pemimpin asing," ujar dia.
Amos Yadlin, mantan kepala dinas intelijen militer Israel, Aman, mengatakan kepada Radio 103FM beberapa hari yang lalu. "Bukan rahasia lagi bahwa Partai Demokrat telah sangat kecewa dengan (Netanyahu) sejak pidato kongres yang dia sampaikan menentang perjanjian nuklir dengan Iran. Pidato yang tidak biasa, di mana seorang kepala negara asing menentang presiden AS di Kongres," kata dia.
Kejadian itu pada Maret 2015, ketika Biden menjadi bagian dari pemerintahan Obama.
"Ada banyak kemarahan terhadap perdana menteri, bahkan selama empat tahun kepresidenan Trump, yang merupakan tahun-tahun baik bagi hubungan Israel-Amerika. Tapi Demokrat tidak menyukai itu," tambah Yadlin.
"Bahkan terlambat memberi selamat kepada Presiden Biden. Perdana menteri (Israel) adalah salah satu kepala negara terakhir di dunia yang memberi selamat kepada Biden atas kemenangannya," papar dia.
The Post mengutip juru bicara Gedung Putih Jane Psaki yang mengatakan dia mengharapkan Biden menghubungi Netanyahu dalam beberapa pekan mendatang.
"(Biden) belum menghubungi semua pemimpin asing, tapi dia pasti ingin menghabiskan lebih banyak waktu untuk berbicara dengan para pemimpin asing," ujar dia.
Amos Yadlin, mantan kepala dinas intelijen militer Israel, Aman, mengatakan kepada Radio 103FM beberapa hari yang lalu. "Bukan rahasia lagi bahwa Partai Demokrat telah sangat kecewa dengan (Netanyahu) sejak pidato kongres yang dia sampaikan menentang perjanjian nuklir dengan Iran. Pidato yang tidak biasa, di mana seorang kepala negara asing menentang presiden AS di Kongres," kata dia.
Kejadian itu pada Maret 2015, ketika Biden menjadi bagian dari pemerintahan Obama.
"Ada banyak kemarahan terhadap perdana menteri, bahkan selama empat tahun kepresidenan Trump, yang merupakan tahun-tahun baik bagi hubungan Israel-Amerika. Tapi Demokrat tidak menyukai itu," tambah Yadlin.
"Bahkan terlambat memberi selamat kepada Presiden Biden. Perdana menteri (Israel) adalah salah satu kepala negara terakhir di dunia yang memberi selamat kepada Biden atas kemenangannya," papar dia.
(sya)
Lihat Juga :