Lavrov: Sikap Barat Terhadap Kasus Navalny Telah Berlebihan
Kamis, 04 Februari 2021 - 20:02 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Lavrov, untuk mengadakan diskusi dengan mitra Barat berdasarkan fakta, Kementerian Luar Negeri telah membuat video yang menunjukkan bagaimana unjuk rasa ilegal dibubarkan di Barat dan bagaimana polisi Rusia menanggapi kerusuhan domestik.
“Hari ini, saya mengirimkan (video ini) ke Brussel kepada Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri Josep Borrell sehingga sambil mempersiapkan kunjungannya yang akan datang ke Moskow, ia dapat membiasakan diri dengan bagaimana kita melihat gambaran obyektif berdasarkan fakta-fakta tertentu dari kedua belah pihak daripada tuduhan, yang sudah biasa dilakukan oleh rekan-rekan Barat kita," ungkapnya.
Lavrov kemudian mengatakan bahwa dia memahami mereka yang percaya bahwa Rusia bisa menanggapi lebih agresif retorika yang sangat arogan dan tidak pantas yang datang dari Barat.Baca juga: Medvedev Nilai Biden Belum Mau Normalisasi Hubungan dengan Rusia
"Namun, dalam budaya diplomatik dan politik kami, kami tidak terbiasa tunduk pada retorika kasar. Kami adalah orang-orang yang sopan dan kami terbiasa mencapai tujuan kami, dan memastikan keadilan dengan cara yang sopan dan beradab," jelas Lavrov.
"Kami memiliki pepatah bagus yang juga harus diingat: tangan besi dalam sarung tangan beludru. Mereka yang menganggap sopan santun itu sebagai manifestasi kelemahan sangatlah keliru," tukasnya.
“Hari ini, saya mengirimkan (video ini) ke Brussel kepada Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri Josep Borrell sehingga sambil mempersiapkan kunjungannya yang akan datang ke Moskow, ia dapat membiasakan diri dengan bagaimana kita melihat gambaran obyektif berdasarkan fakta-fakta tertentu dari kedua belah pihak daripada tuduhan, yang sudah biasa dilakukan oleh rekan-rekan Barat kita," ungkapnya.
Lavrov kemudian mengatakan bahwa dia memahami mereka yang percaya bahwa Rusia bisa menanggapi lebih agresif retorika yang sangat arogan dan tidak pantas yang datang dari Barat.Baca juga: Medvedev Nilai Biden Belum Mau Normalisasi Hubungan dengan Rusia
"Namun, dalam budaya diplomatik dan politik kami, kami tidak terbiasa tunduk pada retorika kasar. Kami adalah orang-orang yang sopan dan kami terbiasa mencapai tujuan kami, dan memastikan keadilan dengan cara yang sopan dan beradab," jelas Lavrov.
"Kami memiliki pepatah bagus yang juga harus diingat: tangan besi dalam sarung tangan beludru. Mereka yang menganggap sopan santun itu sebagai manifestasi kelemahan sangatlah keliru," tukasnya.
(esn)
Lihat Juga :