Inggris Khawatir Kudeta Bisa Bawa Kembali Myanmar ke Era Kegelapan
Rabu, 03 Februari 2021 - 17:51 WIB
loading...
A
A
A
Kedua, paparnya, komunitas internasional memiliki peran untuk dimainkan. Adam mengatakan, Inggris terlibat dengan mitra, secara global dan di kawasan, untuk membantu menyelaraskan tujuan, dan menemukan penyelesaian untuk krisis.
"Kami akan bekerja melalui forum multilateral untuk memastikan tanggapan internasional yang kuat dan terkoordinasi," ungkapnya.Baca juga: Protes Kudeta Militer, Rakyat Myanmar Bunyikan Klakson dan Pukuli Panci
Dirinya menyebut bahwa ASEAN memiliki peran penting, seperti halnya prinsip-prinsip Piagam ASEAN, termasuk supremasi hukum, tata pemerintahan yang baik dan prinsip-prinsip demokrasi dan pemerintahan konstitusional. Dia menyebut akan bekerja sama dengan ASEAN untuk mendukung respons regional.
"Ketiga, tindakan militerlah yang memicu kudeta ini. Inggris sudah memiliki sejumlah tindakan sebagai tanggapan atas masa lalu militer, dan kekejaman yang sedang berlangsung: pada 19 September 2017 Inggris mengumumkan penangguhan semua keterlibatan dan pelatihan pertahanan dengan militer Myanmar oleh Kementerian Pertahanan sampai ada hasil yang memuaskan soal resolusi untuk situasi di Rakhine," tukasnya.
"Kami akan bekerja melalui forum multilateral untuk memastikan tanggapan internasional yang kuat dan terkoordinasi," ungkapnya.Baca juga: Protes Kudeta Militer, Rakyat Myanmar Bunyikan Klakson dan Pukuli Panci
Dirinya menyebut bahwa ASEAN memiliki peran penting, seperti halnya prinsip-prinsip Piagam ASEAN, termasuk supremasi hukum, tata pemerintahan yang baik dan prinsip-prinsip demokrasi dan pemerintahan konstitusional. Dia menyebut akan bekerja sama dengan ASEAN untuk mendukung respons regional.
"Ketiga, tindakan militerlah yang memicu kudeta ini. Inggris sudah memiliki sejumlah tindakan sebagai tanggapan atas masa lalu militer, dan kekejaman yang sedang berlangsung: pada 19 September 2017 Inggris mengumumkan penangguhan semua keterlibatan dan pelatihan pertahanan dengan militer Myanmar oleh Kementerian Pertahanan sampai ada hasil yang memuaskan soal resolusi untuk situasi di Rakhine," tukasnya.
(esn)
Lihat Juga :