Demonstran Turki Sebar Poster Ka'bah dengan Bendera LGBT Picu Kemarahan
Rabu, 03 Februari 2021 - 00:00 WIB
loading...
A
A
A
Kantor Gubernur Istanbul mengatakan polisi memasuki kampus pada siang hari untuk membubarkan mahasiswa yang berencana berjaga sepanjang malam di luar gedung rektor. Kantor itu mengatakan polisi telah menahan 159 orang dalam sehari.
Sedangkan menurut polisi Istanbul sampai saat ini masih ada 61 orang yang masih ditahan.
"Haruskah kita mentoleransi penyimpangan LGBT yang menghina Ka'bah yang agung? Tentu saja tidak. Haruskah kita mentoleransi penyimpangan LGBT yang berusaha menduduki gedung rektor? Tentu saja tidak," kata Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu di Twitter, mengulangi kalimat yang memicu kemarahan di antara mahasiswa dan kelompok hak asasi manusia.
Dalam langkah yang jarang terjadi, pihak Twitter seperti dikutip Reuters, Selasa (2/2/2021), memberi peringatan pada tweet Soylu. "Tweet ini melanggar peraturan Twitter tentang perilaku kebencian. Namun, Twitter telah menetapkan bahwa tweet tersebut mungkin merupakan kepentingan publik untuk tetap dapat diakses," bunyi peringatan Twitter di atas tweet Soylu.
Direktur komunikasi kepresidenan Turki, Fahrettin Altun, mengatakan protes hari Senin adalah tanggapan atas keputusan universitas untuk memblokir pengajuan untuk mendirikan klub LGBT, yang menurutnya merupakan upaya untuk "menginjak-injak nilai-nilai kita".
Sedangkan menurut polisi Istanbul sampai saat ini masih ada 61 orang yang masih ditahan.
"Haruskah kita mentoleransi penyimpangan LGBT yang menghina Ka'bah yang agung? Tentu saja tidak. Haruskah kita mentoleransi penyimpangan LGBT yang berusaha menduduki gedung rektor? Tentu saja tidak," kata Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu di Twitter, mengulangi kalimat yang memicu kemarahan di antara mahasiswa dan kelompok hak asasi manusia.
Dalam langkah yang jarang terjadi, pihak Twitter seperti dikutip Reuters, Selasa (2/2/2021), memberi peringatan pada tweet Soylu. "Tweet ini melanggar peraturan Twitter tentang perilaku kebencian. Namun, Twitter telah menetapkan bahwa tweet tersebut mungkin merupakan kepentingan publik untuk tetap dapat diakses," bunyi peringatan Twitter di atas tweet Soylu.
Direktur komunikasi kepresidenan Turki, Fahrettin Altun, mengatakan protes hari Senin adalah tanggapan atas keputusan universitas untuk memblokir pengajuan untuk mendirikan klub LGBT, yang menurutnya merupakan upaya untuk "menginjak-injak nilai-nilai kita".
Lihat Juga :