Sidang Pemakzulan Belum Dimulai, Trump Sudah Ditinggal Pengacara

Minggu, 31 Januari 2021 - 13:12 WIB
loading...
Sidang Pemakzulan Belum...
Mantan presiden AS Donald Trump ditinggal lima pengacara jelang sidang pemakzulan di Senat AS. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
WASHINGTON - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump , dimakzulkan untuk kedua kalinya pada 13 Januari atas tuduhan hasutan pemberontakan selama kerusuhan gedung Capitol pada 6 Januari lalu. Sedikitnya lima orang tewas dalam penyerbuan itu dan mengganggu sertifikasi hasil pemilu untuk sementara.

Baca juga : KO Stiverne Ronde 11, Bryan Juara Baru WBA Kejar Joshua dan Tyson

Sidang pemakzulan Trump rencananya akan digelar pada awal bulan depan. Namun sidang pemakzulan belum dimulai, Trump sudah ditinggalkan oleh lima pengacaranya yang mengundurkan diri dari tim pembela mantan presiden AS itu.

Baca juga : Pemimpin Sayap Kanan Prancis Usulkan Pelarangan Jilbab

Dikutip dari CNN, Minggu (31/1/2021), Butch Bowers dan Deborah Barbier, yang diharapkan menjadi dua pengacara utama, tidak lagi berada di tim. Sumber yang mengetahui hal tersebut mengatakan keputusan itu dibuat keduanya secara bersama-sama. Sebagai pengacara utama, Bowers bertugas mengumpulkan tim pengacara.



Pengacara lain yang mundur adalah Josh Howard, seorang pengacara asal Carolina Utara, menurut sumber lain yang mengetahui perubahan tersebut. Johnny Gasser dan Greg Harris, dari South Carolina, juga tidak lagi terlibat dalam kasus ini.

Baca juga : Said Aqil Ajak Masyarakat Indonesia Bangga dengan Budayanya

Ini adalah perkembangan dramatis dalam persidangan pemakzulan kedua Trump, yang telah berjuang untuk menemukan pengacara yang bersedia menangani kasusnya.

Baca Juga: Gerakan Black Lives Matter Dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian

"Trump ingin para pengacaranya membuktikan ada kecurangan massal dan pemilu telah dirampok darinya daripada memfokuskan diri pada legalitas menghukum seorang presiden setelah ia meninggalkan jabatannya," ucap sebuah sumber kepada CNN.

Baca juga: Merasa Ditipu, Penyerbu Capitol Siap Bersaksi Melawan Trump

"Trump tidak mau menerima diskusi tentang bagaimana mereka akan melanjutkan dalam hal itu," imbuhnya.

Para pengacara tersebut belum dibayar di muka dan letter of intent tidak pernah ditandatangani.
Baca Juga : Pesawat Presiden Ekuador Lakukan Pendaratan Darurat di AS

"Upaya Demokrat untuk mendakwa seorang presiden yang telah meninggalkan jabatannya sama sekali inkonstitusional dan sangat buruk bagi negara kita. Faktanya, 45 Senator telah memilih bahwa itu inkonstitusional. Kami telah melakukan banyak pekerjaan, tetapi belum membuat keputusan akhir. di tim hukum kami, yang akan segera dibuat," kata mantan penasihat kampanye Trump Jason Miller kepada CNN.

Baca juga: Meski Bersatu, Republik Gagal Hadang Sidang Pemakzulan Trump

Trump dimakzulkan pertama kali pada Desember 2019 oleh DPR AS yang dikuasai oleh Partai Demokrat. Dia kemudian berhasil mempertahankan jabatannya melalui setelah Senat AS, yang dikuasai Partai Republik, membebaskannya pada Februari 2020.

Baca juga: Sebut Sebagai Pemuja Trump, Lusinan Mantan Pejabat Tinggalkan Partai Republik

Setelah pemakzulan DPR kedua, persidangan pemakzulan kedua Trump di Senat AS akan dimulai 9 Februari. Meskipun Trump bukan lagi presiden, Senat masih dapat memvonisnya dan memilih untuk melarangnya lagi mencalonkan diri. Namun, ambang batas dua pertiga yang diwajibkan tampaknya tidak akan tercapai di Senat.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Penampakan Pesawat Pengebom...
Penampakan Pesawat Pengebom B-52 AS Jatuh dan Meledak, Hancur Tak Berbekas
Rekomendasi
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Messi Kejar Sejarah,...
Messi Kejar Sejarah, Aljazair Jadi Korban Pertama?
Berita Terkini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved