Warga Lebanon Andalkan Hizbullah untuk Cari Pinjaman Uang Saat Krisis
Jum'at, 29 Januari 2021 - 06:06 WIB
loading...
A
A
A
Klien lembaga itu masih dapat membuka rekening tabungan pada lembaga yang secara resmi terdaftar sebagai badan amal nirlaba itu meskipun terjadi krisis ekonomi.
“Hizbullah terus membayar para pejuang dan karyawannya dalam dolar AS,” papar laporan itu.
Namun, semua orang di Lebanon menerima gaji mereka dalam mata uang lokal, pound, yang telah kehilangan lebih dari 80% nilainya sejak Oktober 2019.
Krisis keuangan Lebanon kali ini terburuk sejak berakhirnya perang saudara pada 1990. Krisis telah mendorong hampir 50% penduduk berada di bawah garis kemiskinan dan ribuan orang menjadi pengangguran.
Namun, solusi untuk masalah negara yang dilanda krisis tampaknya masih jauh, terutama karena Lebanon belum memiliki pemerintahan resmi.
Pemerintahan sementara Perdana Menteri Hassan Diab mengundurkan diri pada Agustus setelah ledakan di Beirut yang menewaskan hampir 200 orang.
Berbagai partai politik gagal membuat kesepakatan untuk kabinet berikutnya.
“Hizbullah terus membayar para pejuang dan karyawannya dalam dolar AS,” papar laporan itu.
Namun, semua orang di Lebanon menerima gaji mereka dalam mata uang lokal, pound, yang telah kehilangan lebih dari 80% nilainya sejak Oktober 2019.
Krisis keuangan Lebanon kali ini terburuk sejak berakhirnya perang saudara pada 1990. Krisis telah mendorong hampir 50% penduduk berada di bawah garis kemiskinan dan ribuan orang menjadi pengangguran.
Namun, solusi untuk masalah negara yang dilanda krisis tampaknya masih jauh, terutama karena Lebanon belum memiliki pemerintahan resmi.
Pemerintahan sementara Perdana Menteri Hassan Diab mengundurkan diri pada Agustus setelah ledakan di Beirut yang menewaskan hampir 200 orang.
Berbagai partai politik gagal membuat kesepakatan untuk kabinet berikutnya.
(sya)
Lihat Juga :