Warga Lebanon Andalkan Hizbullah untuk Cari Pinjaman Uang Saat Krisis

Jum'at, 29 Januari 2021 - 06:06 WIB
loading...
Warga Lebanon Andalkan...
Para pendukung Hizbullah berkumpul di Lebanon pada 13 Agustus 2017. Foto/Anadolu
A A A
BEIRUT - Warga Lebanon beralih ke Hizbullah untuk mendapatkan pinjaman dan uang tunai di tengah krisis keuangan negara itu.

Warga Lebanon yang kekurangan uang telah menggunakan lembaga Al-Qard Al-Hasan untuk menghindari kontrol modal yang diberlakukan perbankan.

Kontrol modal mencegah pemegang rekening mengakses tabungan mereka.

Baca juga: Kecam Pembongkaran Masjid, Palestina: Israel Lakukan Kejahatan Serius

Al-Qard Al-Hasan merupakan badan keuangan Hizbullah. Lembaga itu terus memberikan pinjaman dan uang tunai kepada klien meskipun terjadi krisis ekonomi.

Lihat infografis: Kasus COVID-19 Tembus 100 Juta, Dunia Krisis Vaksin

Sementara itu, bank-bank di Lebanon mengalami antrean berjam-jam para nasabah yang marah karena tak bisa menarik tabungan dolar mereka.

Lihat video: Angin Kencang Terjang Kulon Progo dan Cilacap, Puluhan Rumah Rusak

Sebagian besar bank juga telah berhenti memberikan pinjaman uang, tetapi Al-Qard Al-Hasan yang berarti "pinjaman baik hati" itu terus memberikan pinjaman tanpa bunga hingga USD5.000.

Para klien harus menggunakan emas atau penjamin untuk mendapatkan pinjaman, yang harus dibayar kembali dengan angsuran bulanan hingga 30 bulan, setelah itu agunan dikembalikan.

“Pinjaman tersebut memungkinkan warga Lebanon membayar biaya sekolah, menikah, membeli mobil bekas, atau membuka usaha kecil,” ungkap laporan AP.

Dalam 12 bulan terakhir, Al-Qard Al-Hasan yang dijatuhi sanksi AS sejak 2007, mengalami peningkatan jumlah nasabah yang banyak.

Dalam pidatonya baru-baru ini, Pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah mengatakan sekitar 300.000 orang dari berbagai sekte Lebanon saat ini menggunakan pinjaman dari lembaga itu.

Seorang juru bicara lembaga itu mengatakan peningkatan jumlah klien disebabkan orang-orang yang kehilangan kepercayaan pada sektor perbankan dan karena itu terpaksa mencari alternatif yang dapat diandalkan.

Klien lembaga itu masih dapat membuka rekening tabungan pada lembaga yang secara resmi terdaftar sebagai badan amal nirlaba itu meskipun terjadi krisis ekonomi.

“Hizbullah terus membayar para pejuang dan karyawannya dalam dolar AS,” papar laporan itu.

Namun, semua orang di Lebanon menerima gaji mereka dalam mata uang lokal, pound, yang telah kehilangan lebih dari 80% nilainya sejak Oktober 2019.

Krisis keuangan Lebanon kali ini terburuk sejak berakhirnya perang saudara pada 1990. Krisis telah mendorong hampir 50% penduduk berada di bawah garis kemiskinan dan ribuan orang menjadi pengangguran.

Namun, solusi untuk masalah negara yang dilanda krisis tampaknya masih jauh, terutama karena Lebanon belum memiliki pemerintahan resmi.

Pemerintahan sementara Perdana Menteri Hassan Diab mengundurkan diri pada Agustus setelah ledakan di Beirut yang menewaskan hampir 200 orang.

Berbagai partai politik gagal membuat kesepakatan untuk kabinet berikutnya.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
Usai Zionis Hancurkan...
Usai Zionis Hancurkan Patung Yesus, Netanyahu Klaim Desa Kristen Lebanon Minta Dicaplok Israel agar Dilindungi
Hamas dan Hizbullah...
Hamas dan Hizbullah Jadi Tamu Istimewa pada Pemakaman Khamenei
Militer Israel Akhiri...
Militer Israel Akhiri Misi Brigade Givati di Lebanon Selatan setelah 8 Bulan
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
Iran Tolak Usulan Gencatan...
Iran Tolak Usulan Gencatan Senjata AS yang Disampaikan PM Irak
Terungkap! Drone Iran...
Terungkap! Drone Iran Tembus Fasilitas CIA di Arab Saudi dengan Akurasi Tinggi
Rekomendasi
Legislator Golkar: Ratifikasi...
Legislator Golkar: Ratifikasi Perjanjian Dagang Harus Berdampak Nyata bagi UMKM dan Industri
Kapolri dan Istri Tinjau...
Kapolri dan Istri Tinjau Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara, Dukung Penguatan UMKM
PGE Raih Fasilitas Pendanaan...
PGE Raih Fasilitas Pendanaan USD75 Juta Percepat Proyek Panas Bumi
Berita Terkini
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Infografis
Diskon dan Pembebasan...
Diskon dan Pembebasan BBNKB untuk Warga Jakarta!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved