Remaja Singapura Hendak Bantai Muslim di 2 Masjid, Terinspirasi Teroris Christchurch
Kamis, 28 Januari 2021 - 12:07 WIB
loading...
A
A
A
Kementerian itu mengatakan remaja yang belum diidentifikasi itu telah memetakan rutenya dan memilih Masjid Assyafaah dan Masjid Yusof Ishak sebagai targetnya di dekat rumahnya di Singapura utara.
Baca juga: Giliran Militer Iran Nyatakan Siap Menyerang Israel
Dia juga berniat untuk menayangkan langsung serangan yang direncanakannya.
“Dia meradikalisasi diri, dimotivasi oleh antipati yang kuat terhadap Islam dan ketertarikan pada kekerasan," imbuh kementerian tersebut.
"Dia juga telah menonton video propaganda Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), dan sampai pada kesimpulan yang salah bahwa ISIS mewakili Islam, dan bahwa Islam meminta para pengikutnya untuk membunuh orang yang tidak beriman," imbuh kementerian itu merujuk pada kelompok ISIS yang kini berganti nama menjadi IS.
Lebih lanjut, Kementerian Dalam Negeri mengatakan remaja itu jelas dipengaruhi oleh teroris supremasi kulit putih Australia; Brenton Tarrant, yang menembak mati 51 muslim yang menghadiri salat Jumat di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, pada 15 Maret 2019. Tarrant saat itu juga menayangkan penembakan itu secara langsung di Facebook.
Tarrant dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat pada Agustus tahun lalu di Selandia Baru.
Baca juga: Giliran Militer Iran Nyatakan Siap Menyerang Israel
Dia juga berniat untuk menayangkan langsung serangan yang direncanakannya.
“Dia meradikalisasi diri, dimotivasi oleh antipati yang kuat terhadap Islam dan ketertarikan pada kekerasan," imbuh kementerian tersebut.
"Dia juga telah menonton video propaganda Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), dan sampai pada kesimpulan yang salah bahwa ISIS mewakili Islam, dan bahwa Islam meminta para pengikutnya untuk membunuh orang yang tidak beriman," imbuh kementerian itu merujuk pada kelompok ISIS yang kini berganti nama menjadi IS.
Lebih lanjut, Kementerian Dalam Negeri mengatakan remaja itu jelas dipengaruhi oleh teroris supremasi kulit putih Australia; Brenton Tarrant, yang menembak mati 51 muslim yang menghadiri salat Jumat di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, pada 15 Maret 2019. Tarrant saat itu juga menayangkan penembakan itu secara langsung di Facebook.
Tarrant dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat pada Agustus tahun lalu di Selandia Baru.
Lihat Juga :