Masalah Dosis Vaksin Masih Rancu, Swedia Tunda Pembayaran pada Pfizer

Rabu, 27 Januari 2021 - 20:50 WIB
loading...
Masalah Dosis Vaksin...
Swedia telah memutuskan untuk menunda pembayaran ke perusahaan farmasi Pfizer sampai masalah dosis vaksin diklarifikasi. Foto/REUTERS
A A A
STOCKHOLM - Swedia telah memutuskan untuk menunda pembayaran ke perusahaan farmasi Pfizer sampai masalah dosis vaksin diklarifikasi. Pfizer menaikan harga setelah adanya temuan baru dari European Medicines Agency.

Ketika Uni Eropa (UE)pertama kali menyetujui vaksin Covid19 Pfizer, setiap botol berisi lima dosis. Namun, setelah European Medicines Agency mengumumkan bahwa dosis keenam dapat diekstraksi dengan jenis jarum yang tepat, Pfizer mulai mengenakan biaya untuk enam dosis per botol.

"Itu tidak dapat diterima. Jika suatu negara hanya memiliki kesempatan untuk mengambil lima dosis, maka negara itu menerima lebih sedikit dosis dengan harga yang sama," kata Koordinator Vaksin Swedia, Richard Bergström, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (27/1/2021).

Hingga masalah dosis per botol diselesaikan, Badan Kesehatan Masyarakat Swedia telah memutuskan untuk mengabaikan tagihan dari Pfizer. Sebaliknya, negara itu berniat menunggu solusi bersama UE. Baca juga: Pelaku Hoaks Bank Mandiri Akui Kesalahannya

"Tagihan apa yang telah mereka kirim dan seperti apa bentuknya, tidak terlalu penting saat ini, kami telah mengatakan bahwa kami harus menunggu pesan dari UE tentang apa yang sebenarnya berlaku," kata ahli epidemiologi Swedia, Anders Tegnell.

Swedia, menurut Menteri Perdagangan dan Industri Ibrahim Baylan, memutuskan untuk membeli6,7 juta dosis vaksin dari Pfizer dan BioNtech. Ini cukup untuk memvaksinasi 3,35 juta orang di negara berpenduduk lebih dari 10 juta, karena dibutuhkan dua dosis per orang.

Namun pada pertengahan Januari, Pfizer mengumumkan akan mengurangi jumlah dosis yang dikirimkan ke Eropa, dengan alasan peningkatan teknologi produksi. Sejauh ini, Swedia telah menerima lebih dari 170.000 dosis. Baca juga: Vaksin Pfizer Diklaim Efektif Melawan Varian COVID-19 dari Inggris

Menteri Sosial Swedia, Lena Hallengren menyebut penundaan dan kekurangan itu "tidak dapat diterima". Swedia, bersama sejumlah negara nordik lainnya telah mengirimkan surat protes mengenai hal ini.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
Suami Bejat, Terbukti...
Suami Bejat, Terbukti Bantu 120 Pria Beli Layanan Seks Istrinya
Negara NATO Ini Ingin...
Negara NATO Ini Ingin Beli Rudal yang Mampu Menghancurkan Rusia
Ukraina Beli 150 Jet...
Ukraina Beli 150 Jet Tempur Gripen Swedia, Perang Melawan Rusia Kian Panas
Anggota NATO Ini Minta...
Anggota NATO Ini Minta Warganya untuk Siap Siaga Hadapi Perang dengan Rusia
Lupakan Pil, Dokter...
Lupakan Pil, Dokter Swedia Mulai Resepkan Traveling untuk Penyebuhan Penyakit
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Tembus Peringkat 616 Dunia di QS WUR 2027
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
10 Paspor Terkuat di...
10 Paspor Terkuat di Dunia pada 2026, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved