Ratusan Ribu Warga Inggris Meninggal Akibat COVID-19, PM Johnson Berduka

Rabu, 27 Januari 2021 - 01:24 WIB
loading...
Ratusan Ribu Warga Inggris...
PM Boris Johnson mengaku bertanggung jawab penuh atas meninggalnya ratusan ribu warga Inggris akibat pandemi COVID-19. Foto/Yahoo
A A A
LONDON - Korban meninggal akibat pandemi virus Corona baru di Inggris telah melewati angka 100 ribu pada Selasa waktu setempat. Ini terjadi di tengah upaya pemerintah Inggris berjuang untuk mempercepat pengiriman vaksin dan mencegah penyebaran varian baru virus penyebab penyakit COVID-19 yang lebih menular.

Inggris memiliki jumlah korban infeksi COVID-19 tertinggi kelima di dunia dan melaporkan 1.631 kematian tambahan dan 20.089 kasus pada hari Selasa.

Jumlah kematian akibat COVID-19 yang mencapai 100.162 melebihi jumlah korban warga sipil Inggris yang tewas dalam Perang Dunia Kedua dan dua kali lipat jumlah korban tewas dalam kampanye pengeboman Blitz 1940-41.



“Sulit untuk menghitung kesedihan yang terkandung dalam statistik suram itu, tahun-tahun kehidupan yang hilang, pertemuan keluarga yang tidak dihadiri, dan begitu banyak kerabat kehilangan kesempatan, bahkan untuk mengucapkan selamat tinggal,” kata Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson.

“Kami akan memastikan bahwa kami mempelajari pelajaran dan merenungkan serta mempersiapkan,” ujar Johnson, yang pemerintahnya telah menghadapi kritik keras atas penanganan krisis seperti dikutip dari Reuters, Rabu (27/1/2021).

Inggris, yang sejauh ini merupakan negara terpadat dari empat negara Britania Raya, kembali melakukan penguncian nasional pada 5 Januari, yang mencakup penutupan pub, restoran, toko non-esensial, dan sekolah bagi sebagian besar siswa. Pembatasan perjalanan lebih lanjut juga telah diberlakukan.

Baca juga: Bukti Menunjukkan Varian Baru COVID-19 Inggris Lebih Mematikan

Pada bulan Desember, Inggris menjadi negara pertama di dunia yang menyetujui vaksin COVID-19 buatan Pfizer. Negara ini telah menetapkan sendiri vaksinasi kepada semua orang berusia 70 tahun ke atas, mereka yang secara klinis rentan, pekerja kesehatan dan perawatan sosial garis depan dan orang dewasa yang lebih tua di panti jompo pada pertengahan Februari.

Hingga Senin, sebanyak 6.853.327 orang telah menerima dosis pertama dan 472.446 dosis kedua.

Pemerintah Inggris mengatakan tingkat vaksinasi dan keberhasilan vaksinasi adalah kunci untuk dapat melonggarkan pembatasan karena Inggris berjuang dengan kematian tertinggi per 100.000 orang di dunia, menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins.

“Sayangnya kita akan melihat lebih banyak kematian selama beberapa minggu ke depan sebelum efek dari vaksin mulai dirasakan,” kata Chris Whitty, kepala petugas medis Inggris.

Varian baru dari virus COVID-19 juga mengkhawatirkan para ilmuwan, dan Johnson telah memperingatkan prospek varian "penghilang vaksin" dapat berarti bahwa tindakan penguncian diperlukan lebih lama.

Baca juga: Ilmuwan Pertanyakan Pernyataan PM Inggris Soal Covid-19 Jenis Baru

Inggris akan mengumumkan apakah mereka juga akan membawa karantina wajib di hotel untuk beberapa atau semua kedatangan dan telah memperingatkan publik untuk tidak memesan tiket liburan musim panas.

"Pemerintah sedang melihat, seperti yang telah dikonfirmasi oleh perdana menteri, kebijakan karantina hotel, dan kami akan mengumumkan hal ini dengan cara yang tepat," kata menteri junior yang bertanggung jawab atas penyebaran vaksin, Nadhim Zahawi.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
AS Tak Akan Usik Program...
AS Tak Akan Usik Program Rudal Balistik Iran dalam Perundingan
Rekomendasi
Kronologi ART Angel...
Kronologi ART Angel Lelga Ketahuan Mencuri, Berawal dari Cari Barang yang Mau Dipakai
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Qatar Tersingkir dari...
Qatar Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Bosnia-Herzegovina Jaga Kans Lolos ke 32 Besar
Berita Terkini
Venezuela Diguncang...
Venezuela Diguncang Gempa M7,2 Berturut-turut, Korban Tewas Diperkirakan Ribuan Orang
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved