AS Setujui Semua Transaksi Terkait Houthi Yaman selama Sebulan

Selasa, 26 Januari 2021 - 15:58 WIB
loading...
AS Setujui Semua Transaksi...
Warga berunjuk rasa menentang langkah Donald Trump menetapkan Houthi sebagai kelompok teroris asing. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat menyetujui semua transaksi yang melibatkan gerakan Houthi Yaman hingga bulan depan.

Langkah ini diambil ketika Washington meninjau kebijakan pemerintahan mantan Presiden Donald Trump yang menetapkan Houthi sebagai organisasi teroris asing.

Tindakan pemerintahan Presiden Joe Biden tersebut tampaknya dirancang untuk menghilangkan ketakutan perusahaan-perusahaan dan bank-bank yang terlibat dalam perdagangan komersial ke Yaman, yang hampir sepenuhnya bergantung pada impor.

Baca juga: Puluhan Ribu Warga Yaman Protes Label Teroris Trump

Departemen Keuangan AS dalam Pertanyaan yang Sering Diajukan secara khusus menyatakan, “Bank asing tidak akan terkena sanksi jika mereka secara sadar melakukan atau memfasilitasi transaksi untuk Houthi.”

Lihat infografis: Transgender Kini Dapat Restu Biden untuk Berdinas di Militer

"Ini pada dasarnya menghapus seluruh dampak penetapan sambil memberikan kesempatan kepada pemerintahan Biden membuat keputusan sendiri daripada terjebak dengan keputusan Mike Pompeo," ungkap Brian O'Toole, mantan pejabat Departemen Keuangan di era pemerintahan mantan Presiden Barack Obama.

Lihat video: Bocah Diculik Guru Privatnya di Bandung

Mantan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo memasukkan Houthi ke daftar hitam Selasa lalu, sehari sebelum Presiden Joe Biden menjabat.

Tindakan Pompeo itu mendapat peringatan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan berbagai kelompok bantuan karena dapat mendorong Yaman mengalami krisis kelaparan skala besar.

Pemerintahan Trump mengecualikan kelompok bantuan, Perserikatan Bangsa-Bangsa, Palang Merah, dan ekspor komoditas pertanian, obat-obatan, dan perangkat medis dari kebijakan itu.

Namun para pejabat PBB dan kelompok bantuan mengatakan pengecualian itu tidak cukup. Mereka menyerukan keputusan itu dicabut.

Departemen Luar Negeri AS telah memulai peninjauan kebijakan itu dan bekerja secepat mungkin menyimpulkan proses dan membuat keputusan.

Lisensi Departemen Keuangan baru yang dikeluarkan pada Senin memungkinkan semua transaksi yang melibatkan grup Houthi atau entitas apa pun yang 50% persen atau lebih oleh Houthi, hingga 26 Februari 2021.

Perserikatan Bangsa-Bangsa menggambarkan Yaman mengalami krisis kemanusiaan terbesar di dunia, dengan 80% rakyatnya membutuhkan bantuan.

Koalisi militer pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi di Yaman pada 2015, mendukung pasukan pemerintah yang memerangi Houthi dalam perang yang secara luas dianggap sebagai konflik proksi antara sekutu AS, Arab Saudi dan Iran.

PBB mencoba menghidupkan kembali pembicaraan damai untuk mengakhiri perang karena penderitaan Yaman juga diperparah keruntuhan ekonomi dan pandemi COVID-19.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Tak Hanya Elon Musk,...
Tak Hanya Elon Musk, Kekayaan Pangeran Saudi Ikut Melonjak Berkat IPO SpaceX
Rekomendasi
Solusi Praktis Pengurusan...
Solusi Praktis Pengurusan Paspor dan Visa untuk Perjalanan Bisnis
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Beri Waktu 2 Tahun untuk Revisi UU Advokat
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Berita Terkini
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Infografis
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Satelit China Dukung Houthi Yaman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved