NATO Desak Rusia Perpanjang Perjanjian Kontrol Senjata dengan AS

loading...
NATO Desak Rusia Perpanjang Perjanjian Kontrol Senjata dengan AS
Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg. mendesak Rusia untuk memperpanjang Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis Baru (New START) dengan Amerika Serikat. Foto/REUTERS
BRUSSELS - NATO mendesak Rusia untuk memperpanjang Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis Baru (New START) dengan Amerika Serikat (AS). NATO meminta Rusia untuk segera merespon secara resmi usulan AS untuk memperpanjang perjanjian kontrol senjata itu selama lima tahun ke depan.

"Saya menyambut baik pengumuman Presiden AS, Joe Biden dan niatnya untuk mengupayakan perpanjangan perjanjian New START," kata Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg. Baca juga: Rusia Sambut Baik Usulan Biden Perpanjang Perjanjian New START

"Saya telah berulang kali menyatakan bahwa kita tidak boleh berakhir dalam situasi di mana kita tidak memiliki kesepakatan, tidak ada batasan apa pun pada jumlah hulu ledak nuklir," sambungnya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Minggu (24/1/2021).

Dia mengatakan perjanjian New START tidak boleh dibiarkan berakhir seperti perjanjian kontrol senjata lainnya dan semua sekutu NATO mendukung perjanjian New START.



“Karena itu, perpanjangan perjanjian New START bukanlah akhir. Ini harus menjadi awal dari upaya baru untuk memperkuat kontrol senjata internasional untuk melihat bagaimana kami dapat mencakup lebih banyak sistem senjata, dan juga mencakup lebih banyak negara, misalnya, China,” kata Stoltenberg.

“Saya meminta Rusia untuk menanggapi proposal AS dengan cara yang positif. Ini adalah kesepakatan bilateral antara AS dan Rusia. AS telah berkonsultasi erat dengan sekutu NATO tentang New START,dan kemungkinan untuk memperpanjang perjanjian itu, ”katanya. Baca juga: Biden Dilaporkan Akan Perpanjang Perjanjian New START dengan Rusia

Sebelumnya, Kremlin telah menyatakan bahwa mereka menyambut baik proposal Biden untuk memperpanjangperjanjian kontrol senjata nuklirterakhir yang tersisa antara kedua negara itu, yang akan berakhir dalam waktu kurang dari dua minggu.



Juru bicara Presiden Rusia Vladimir Putin, Dmitry Peskov, mengatakan bahwa Rusia berdiri untuk memperpanjang pakta dan menunggu untuk melihat rincian proposal AS.
(esn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top