Wabah COVID-19 Berlanjut, China Bangun Kamp Karantina 'Raksasa'
Rabu, 20 Januari 2021 - 14:43 WIB
loading...
A
A
A
Dalam upaya untuk menahan wabah, pihak berwenang menempatkan Shijiazhuang di bawah penguncian pada 8 Januari, dengan 11 juta penduduk dilarang meninggalkan kota.
Pekan lalu media pemerintah China CGTN melaporkan lebih dari 20.000 warga dari 12 desa di Shijiangzhuang telah dipindahkan ke situs karantina lain sebagai tindakan pencegahan.
Sampai saat ini, lebih dari 17 juta orang telah diuji di Hebei, dengan pihak berwenang saat ini sedang melakukan pengujian massal putaran kedua di Shijiazhuang dan kota Xingtai dan Langfang.
Otoritas Hebei sekarang mendesak penduduk untuk tinggal di rumah, dengan pejabat dikirim ke daerah perkotaan dan pedesaan untuk menegakkan tindakan dan memastikan orang tidak bepergian melintasi provinsi dan ke Beijing.
Menanggapi ancaman yang dirasakan, otoritas Beijing telah meningkatkan upaya pengujian dan penyaringan setelah kasus dikonfirmasi di distrik Daxing terluar Ibu Kota, dan mengumumkan pada hari Rabu bahwa mereka akan menutup dua stasiun metro terdekat sampai pemberitahuan lebih lanjut.
Baca juga: Kewalahan Hadapi Lonjakan Kasus COVID-19, China Bangun Rumah Sakit
Di provinsi Jilin timur laut, 102 kasus telah dikaitkan dengan apa yang disebut "superspreader", seorang pedagang yang melakukan perjalanan dari provinsi asalnya di Heilongjiang.
Pekan lalu media pemerintah China CGTN melaporkan lebih dari 20.000 warga dari 12 desa di Shijiangzhuang telah dipindahkan ke situs karantina lain sebagai tindakan pencegahan.
Sampai saat ini, lebih dari 17 juta orang telah diuji di Hebei, dengan pihak berwenang saat ini sedang melakukan pengujian massal putaran kedua di Shijiazhuang dan kota Xingtai dan Langfang.
Otoritas Hebei sekarang mendesak penduduk untuk tinggal di rumah, dengan pejabat dikirim ke daerah perkotaan dan pedesaan untuk menegakkan tindakan dan memastikan orang tidak bepergian melintasi provinsi dan ke Beijing.
Menanggapi ancaman yang dirasakan, otoritas Beijing telah meningkatkan upaya pengujian dan penyaringan setelah kasus dikonfirmasi di distrik Daxing terluar Ibu Kota, dan mengumumkan pada hari Rabu bahwa mereka akan menutup dua stasiun metro terdekat sampai pemberitahuan lebih lanjut.
Baca juga: Kewalahan Hadapi Lonjakan Kasus COVID-19, China Bangun Rumah Sakit
Di provinsi Jilin timur laut, 102 kasus telah dikaitkan dengan apa yang disebut "superspreader", seorang pedagang yang melakukan perjalanan dari provinsi asalnya di Heilongjiang.
(ber)
Lihat Juga :