Kewalahan Hadapi Lonjakan Kasus COVID-19, China Bangun Rumah Sakit

Minggu, 17 Januari 2021 - 14:37 WIB
loading...
Kewalahan Hadapi Lonjakan...
China bangun rumah sakit setelah kasus COVID-19 melonjak. Foto/ABC News
A A A
BEIJING - China menyelesaikan pembangunan 1.500 kamar rumah sakit bagi pasien COVID-19 untuk melawan lonjakan kasus. Pemerintah China menyalahkan orang yang terinfeksi atau barang dari luar negeri atas hal tersebut.

Kantor berita Xinhua melaporkan rumah sakit itu adalah satu dari enam rumah sakit dengan total 6.500 kamar yang sedang dibangun di Nangong, provinsi Hebei sebelah selatan Ibu Kota Beijing.

Menurut Xinhua, sekitar 650 orang dirawat di Nangong dan ibukota provinsi Hebei, Shijiazhuang. Sebuah rumah sakit dengan 3.000 kamar juga sedang dibangun di Shijiazhuang.



Di Shijiazhuang, pihak berwenang telah menyelesaikan pembangunan 1.000 kamar rumah sakit yang direncanakan, kata TV pemerintah. Xinhua mengatakan semua fasilitas akan selesai dalam waktu seminggu.

Program pembangunan rumah sakit cepat serupa diluncurkan oleh Partai Komunis yang berkuasa pada awal wabah tahun lalu di kota Wuhan di China tengah.

Xinhua melaporkan, mengutip wakil walikota Meng Xianghong, lebih dari 10 juta orang di Shijiazhuang menjalani tes. Dikatakan 247 kasus yang ditularkan secara lokal ditemukan.

Secara nasional, Komisi Kesehatan China melaporkan 130 kasus baru yang dikonfirmasi dalam 24 jam hingga Jumat tengah malam. Dikatakan 90 dari mereka berada di Hebei.

Pada hari Sabtu, pemerintah Hebei melaporkan 32 kasus tambahan sejak tengah malam, Shanghai The Paper melaporkan.

Baca juga: COVID-19 Kembali Muncul, Provinsi Berpenduduk 37 Juta di China Nyatakan Darurat

Cluster virus juga telah ditemukan di Beijing dan provinsi Heilongjiang dan Liaoning di timur laut dan Sichuan di barat daya.

Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan infeksi terbaru menyebar sangat cepat, .

"Lebih sulit untuk ditangani," bunyi pernyataan yang dikeluarkan komisi itu. "Penularan dari komunitas sudah terjadi saat wabah ditemukan, sehingga sulit untuk dicegah," sambung pernyataan itu seperti dikutip dari VOA, Minggu (17/1/2021).

Komisi tersebut menyalahkan kasus terbaru pada orang atau barang yang datang dari luar negeri. Mereka menyalahkan "manajemen abnormal" dan "perlindungan pekerja yang tidak memadai" yang terlibat dalam impor tetapi tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.

"Mereka semua didatangkan dari luar negeri. Itu karena personil yang masuk atau terkontaminasi barang impor cold chain," kata pernyataan itu.

Baca juga: 15 juta Vaksin Sinovac dalam bentuk Curah Tiba di Indonesia

Sementara itu, pemerintah kota Beijing mengatakan para pelancong yang tiba di Ibu Kota China itu dari luar negeri akan diminta untuk menjalani "pemantauan medis" selama seminggu tambahan setelah karantina 14 hari tetapi tidak memberikan penjelasan.

Pemerintah China menuding COVID-19 kemungkinan berasal dari luar negeri. Mereka kemudian mempublikasikan apa yang dikatakannya sebagai penemuan virus Corona pada makanan impor, kebanyakan ikan beku, meskipun para ilmuwan asing skeptis dengan temuan itu.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz
Menlu Iran kepada AS:...
Menlu Iran kepada AS: Pergi dari Wilayah Kami jika Anda Ingin Selamat!
Rekomendasi
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
Rupiah Melemah, Bagaimana...
Rupiah Melemah, Bagaimana Nasib Proyek IKN?
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Infografis
Hadapi Rusia dan China,...
Hadapi Rusia dan China, NATO Akan Kerahkan Banyak Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved