15 juta Vaksin Sinovac dalam bentuk Curah Tiba di Indonesia
Selasa, 12 Januari 2021 - 17:09 WIB
loading...
Sebanyak 15 juta vaksin dalam bentuk curah asal China yang diproduksi Sinovac dilaporkan telah tiba di Udara Internasional Soekarno Hatta, Indonesia. Foto/KBRI Beijing
A
A
A
JAKARTA - Sebanyak15 juta vaksin dalam bentuk curah asal China yang diproduksi Sinovac dilaporkan telah tiba di Udara Internasional Soekarno Hatta, Indonesia. Vaksin yang diangkut oleh pesawat Garuda Indonesia itu, dibawa dalam bentuk bulk atau curah. Vaksin ditaruh dalam kontainer pendingin khusus dan selanjutnya akan dikembangkan dan dikemas oleh Biofarma.
Indonesia merupakan salah satu negara pertama yang mendapatkan vaksin dalam bentuk curah, setelah Sinovac dan Biofarma menandatangani kesepakatan kerjasama di Hainan pada Agustus 2020. ( Baca juga: Penjelasan Ahli Terkait Efikasi Vaksin Sinovac 65,3% )
Menurut keterangan Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) Beijing, pengiriman vaksin dalam bentuk curah ini juga merupakan komitmen kedua negara untuk meningkatkan kerjasama yang bernilai tambah dan saling menguntungkan.
"Proses pengiriman tersebut melibatkan Kementerian Luar Negeri RI dan berbagai otoritas di Indonesia serta Kedutaan Besar RI di Beijing yang bekerjasama dengan mitranya di China, terutama untuk memperlancar proses perizinan ekspor vaksin dalam bentuk curah," ucap KBRI Beijing.
"Proses perizinan yang ketat dan komprehensif diperlukan khususnya untuk memastikan kualitas dan kondisi vaksin buatan China adalah baik dan dapat diandalkan," sambungnya, dalam siaran pers yang diterima Sindonews pada Selasa (12/1/2021).
KBRI Beijing menuturkan, kerjasama dan komunikasi yang baik antara kedua pemerintah menjadi penentu kelancaran proses pengiriman 15 juta bulk vaksin Sinovac bekerjasama dengan Biofarma. ( Baca juga: BPOM dan MUI Sudah Beri Lampu Hijau buat Vaksin, IHSG Bakal Melesat )
"Kerjasama yang baik tersebut juga diharapkan dapat terus melancarkan proses pengiriman vaksin bulk selanjutnya dalam waktu dekat. KBRI juga sesuai arahan dari Jakarta selama inimembina hubungan dan komunikasiyang sangat baik dengan Sinovac di Beijing," tukasnya.
Indonesia merupakan salah satu negara pertama yang mendapatkan vaksin dalam bentuk curah, setelah Sinovac dan Biofarma menandatangani kesepakatan kerjasama di Hainan pada Agustus 2020. ( Baca juga: Penjelasan Ahli Terkait Efikasi Vaksin Sinovac 65,3% )
Menurut keterangan Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) Beijing, pengiriman vaksin dalam bentuk curah ini juga merupakan komitmen kedua negara untuk meningkatkan kerjasama yang bernilai tambah dan saling menguntungkan.
"Proses pengiriman tersebut melibatkan Kementerian Luar Negeri RI dan berbagai otoritas di Indonesia serta Kedutaan Besar RI di Beijing yang bekerjasama dengan mitranya di China, terutama untuk memperlancar proses perizinan ekspor vaksin dalam bentuk curah," ucap KBRI Beijing.
"Proses perizinan yang ketat dan komprehensif diperlukan khususnya untuk memastikan kualitas dan kondisi vaksin buatan China adalah baik dan dapat diandalkan," sambungnya, dalam siaran pers yang diterima Sindonews pada Selasa (12/1/2021).
KBRI Beijing menuturkan, kerjasama dan komunikasi yang baik antara kedua pemerintah menjadi penentu kelancaran proses pengiriman 15 juta bulk vaksin Sinovac bekerjasama dengan Biofarma. ( Baca juga: BPOM dan MUI Sudah Beri Lampu Hijau buat Vaksin, IHSG Bakal Melesat )
"Kerjasama yang baik tersebut juga diharapkan dapat terus melancarkan proses pengiriman vaksin bulk selanjutnya dalam waktu dekat. KBRI juga sesuai arahan dari Jakarta selama inimembina hubungan dan komunikasiyang sangat baik dengan Sinovac di Beijing," tukasnya.
(esn)
Lihat Juga :