Mencekam, 50 Ibu Kota Negara Bagian AS Bersiap Hadapi Protes Bersenjata

Minggu, 17 Januari 2021 - 06:06 WIB
loading...
A A A
National Mall dan berbagai landmark ikonik AS akan ditutup untuk pengunjung pekan depan.

Para pakar mengatakan ibu kota negara bagian medan pertempuran seperti Wisconsin, Michigan, Pennsylvania, dan Arizona termasuk di antara yang paling berisiko mengalami kekerasan.

Tetapi bahkan negara-negara bagian yang tidak terlihat berpotensi besar mengalami kerusuhan, telah mengambil tindakan pencegahan.

Gubernur Illinois JB Pritzker mengatakan meski negara bagiannya belum menerima ancaman khusus, dia meningkatkan keamanan di sekitar Capitol di Springfield, termasuk menambahkan sekitar 250 pasukan Garda Nasional negara bagian.

Mantan wakil menteri untuk Departemen Keamanan Dalam Negeri Suzanne Spaulding mengungkapkan langkah-langkah keamanan semacam itu dapat bertindak sebagai pencegah yang efektif.

“Salah satu cara Anda berpotensi mengurangi masalah adalah dengan postur keamanan yang kuat. Kamu mencoba menghalangi orang untuk mencoba apapun,” ujar Spaulding yang sekarang menjabat penasihat senior di Pusat Studi Strategis dan Internasional.

Beberapa milisi dan kelompok lain telah meminta para pengikutnya tetap tinggal di rumah, dengan alasan peningkatan keamanan atau risiko bahwa berbagai acara yang direncanakan adalah perangkap penegakan hukum.

Meski demikian, Michael Hayden dari Southern Poverty Law Center mengatakan dia sudah lama tidak mengkhawatirkan potensi kekerasan dalam waktu yang lama.

Di antara faktor-faktor lain, dia mengatakan penyensoran yang dirasakan terhadap suara-suara konservatif oleh perusahaan teknologi seperti Twitter telah berfungsi menggabungkan kekuatan ekstremis sayap kanan dan pendukung Partai Republik.

“Ini telah memberikan semacam keluhan pemersatu antara berbagai kelompok yang tidak memiliki hubungan satu sama lain sebelumnya,” ujar Hayden.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Rekomendasi
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat...
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat Waktu 7 Menit 35,42 Detik di Nurburgring
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Komitmen Dukung Ekonomi Nasabah Pensiunan lewat Toko Aice Manado
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Berita Terkini
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani dan Istrinya Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
5 Presiden dan Ibu Negara...
5 Presiden dan Ibu Negara Miliki Perbedaan Usia Sangat Jauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved