Simulasi Serang Musuh, Iran Tembakkan Rudal yang Berlimpah

Sabtu, 16 Januari 2021 - 01:10 WIB
loading...
Simulasi Serang Musuh,...
IRGC Iran tembakkan rudal dalam latihan militer di Teluk Oman. Foto/REUTERS
A A A
TEHERAN - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menembakkan rudal balistik suface-to-surface yang "berlimpah" dengan mensimulasikan serangan terhadap basis militer musuh, Jumat (15/1/2021). Mereka juga menguji coba drone-drone baru yang diproduksi secara lokal.

Manuver IRGC ini berlangsung dalam latihan militer yang digelar ketika ketegangan dengan Amerika Serikat (AS) sedang memanas. Ketegangan memanas selama hari-hari terakhir Presiden Donald Trump berkuasa.

Baca juga: Militer Israel Susun Rencana Baru untuk Serang Program Nuklir Iran

Latihan militer Iran diawasi oleh komandan IRGC Mayor Jenderal Hossein Salami di wilayah gurun tengah. Manuver ini mengikuti tes rudal-rudal jarak pendek Angkatan Laut pada Rabu lalu, serta latihan militer awal bulan ini yang menampilkan beragam drone yang diproduksi di dalam negeri.

"Drone pembom menghantam perisai rudal musuh hipotetis dari segala arah, benar-benar menghancurkan target," bunyi siaran stasiun televisi pemerintah Iran yang menyiarkan latihan militer hari Jumat.

"Selain itu, sejumlah besar rudal balistik generasi baru ditembakkan ke sasaran tertentu, menimbulkan pukulan mematikan ke pangkalan hipotetis musuh," lanjut siaran tersebut, seperti dikutip Reuters, Sabtu (16/1/2021).

Baca juga: Mengerikan, Seorang Ibu Bunuh 3 Anaknya lalu Bunuh Diri

Iran, yang secara rutin membanggakan kemajuan teknologi di dalam angkatan bersenjatanya, memiliki salah satu program rudal terbesar di Timur Tengah, menganggapnya sebagai penangkal dan kekuatan pembalasan terhadap AS dan musuh lainnya jika terjadi perang.

Ada konfrontasi berkala antara militer Iran dan pasukan AS di Teluk sejak 2018, ketika Trump menarik Amerika keluar dari kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dengan kekuatan dunia (AS, Rusia, Inggris, Prancis, Jerman dan China) dan menerapkan kembali sanksi keras terhadap Teheran.

Presiden terpilih AS Joe Biden, yang akan menjabat pada 20 Januari, mengatakan Washington akan bergabung kembali dengan kesepakatan itu jika Iran melanjutkan kepatuhan ketat dengan perjanjian tersebut.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Jujur Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Trump Ingin Buru-Buru...
Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni
Rekomendasi
Navigasi Kompleksitas...
Navigasi Kompleksitas Bisnis 2026, Grab For Business Dorong Pelaku Usaha Scale Smarter dan Execute Faster
Cedera Patah Kaki di...
Cedera Patah Kaki di Piala Dunia 2026, Ismael Kone Terancam Absen Setahun
OJK Respons Penilaian...
OJK Respons Penilaian MSCI ke Pasar Modal Indonesia: Tahan Status Emerging Market dengan Catatan
Berita Terkini
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved