Gelang Kaki Palsu, Merpati yang Terbang AS-Australia Batal Dibunuh

Jum'at, 15 Januari 2021 - 11:16 WIB
loading...
A A A
"Seseorang perlu melihat pita itu dan kemudian memahami bahwa burung itu bukan dari AS. Mereka tidak perlu membunuhnya," ujarnya seperti dikutip dari AP, Jumat (15/1/2021).

Dikatakan oleh Roberts bahwa pemalsuan gelang burung semakin sering terjadi. “Orang-orang yang memiliki hobi tanpa sadar membelinya,” jelasnya.

Popularitas balap merpati telah mengalami kebangkitan, dan beberapa burung menjadi sangat berharga. Seorang penggemar balap merpati China mencatat rekor harga USD1,9 juta atau Rp26,7 miliar pada bulan November untuk seekor merpati yang dibesarkan di Belgia.

Baca juga: Inilah Merpati Termahal di Dunia, Terjual Rp26,7 Miliar

Departemen Pertanian Australia tidak segera mengatakan apakah gelang kaki palsu itu mengubah rencananya untuk membunuh burung itu.

Departemen tersebut mengatakan pada hari Kamis bahwa merpati tidak diizinkan untuk tinggal di Australia karena itu dapat membahayakan keamanan pangan Australia dan populasi burung liar.

“Ini menimbulkan risiko biosekuriti langsung bagi kehidupan burung Australia dan industri unggas kami,” bunyi pernyataan Departemen Pertanian Australia.

Warga Melbourne Kevin Celli-Bird, yang menemukan burung kurus kering itu di halaman belakang rumahnya, terkejut dengan perkembangan tersebut dan senang bahwa burung yang dia beri nama Joe, setelah presiden terpilih AS, mungkin tidak dibunuh.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Ayah dan Anak Diselamatkan...
Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela
Menakjubkan! Detik-Detik...
Menakjubkan! Detik-Detik Danau Kawah Gunung Filipina Meletus Dahsyat, Picu Tsunami
Rekomendasi
Waste-to-Energy Dinilai...
Waste-to-Energy Dinilai Efektif Atasi Sampah Nasional, Asal Masyarakat Dilibatkan
KPK Buka Peluang Panggil...
KPK Buka Peluang Panggil Menhut terkait Penerimaan Pelepasan HPT Bupati Kuansing
Sahroni Minta Siber...
Sahroni Minta Siber Polri Kejar Dalang Spam Judi Online di Medsos: Bukan Hal Sulit bagi Polisi
Berita Terkini
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
130 Orang Ditangkap...
130 Orang Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Para Pejabat Berbagai Kementerian
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Gempa Kembar Venezuela...
Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved