Jepang Senang Inggris Bakal Kirim Kapal Induk di Tengah Agresifnya China
Jum'at, 15 Januari 2021 - 00:00 WIB
loading...
Kapal induk HMS Queen Elizabeth Angkatan Laut Kerajaan Inggris. Foto/Ian Simpson/Royal Navy/Handout via REUTERS
A
A
A
TOKYO - Pemerintah Jepang memuji rencana Inggris untuk mengirim kelompok tempur kapal induk ke perairan di Pasifik barat di tengah agresifnya China dalam mengklaim perairan sengketa di Laut China Selatan dan Timur.
Menteri Pertahanan Nobuo Kishi pada hari Kamis (14/1/2021) menyambut baik rencana London tersebut. Selama konferensi video dengan mitranya dari Inggris; Ben Wallace, Kishi mengatakan Jepang akan bekerja sama dengan negara tersebut untuk pengiriman kelompok tempur, yang berpusat pada kapal induk Queen Elizabeth .
Baca juga: Inggris Akan Kirim Kapal Induk ke Laut China Selatan, China Ancam Bertindak
Kapal induk Queen Elizabeth yang ditugaskan mulai 2017 adalah kapal perang terbesar di Inggris, dengan berat 65.000 ton dan berukuran panjang 280 meter. Ia diharapkan akan melakukan latihan bersama dengan Pasukan Bela Diri Jepang dan militer Amerika Serikat (AS) selama tinggal di wilayah-wilayah termasuk di lepas pantai rantai Kepulauan Nansei di barat daya Jepang.
"Kishi dan Wallace sepakat bahwa kedua negara akan sangat menentang setiap upaya sepihak untuk mengubah status quo di Laut China Timur dan Selatan melalui kekerasan," kata Kementerian Pertahanan Jepang seperti dikutip Kyodo News.
Menteri Pertahanan Nobuo Kishi pada hari Kamis (14/1/2021) menyambut baik rencana London tersebut. Selama konferensi video dengan mitranya dari Inggris; Ben Wallace, Kishi mengatakan Jepang akan bekerja sama dengan negara tersebut untuk pengiriman kelompok tempur, yang berpusat pada kapal induk Queen Elizabeth .
Baca juga: Inggris Akan Kirim Kapal Induk ke Laut China Selatan, China Ancam Bertindak
Kapal induk Queen Elizabeth yang ditugaskan mulai 2017 adalah kapal perang terbesar di Inggris, dengan berat 65.000 ton dan berukuran panjang 280 meter. Ia diharapkan akan melakukan latihan bersama dengan Pasukan Bela Diri Jepang dan militer Amerika Serikat (AS) selama tinggal di wilayah-wilayah termasuk di lepas pantai rantai Kepulauan Nansei di barat daya Jepang.
"Kishi dan Wallace sepakat bahwa kedua negara akan sangat menentang setiap upaya sepihak untuk mengubah status quo di Laut China Timur dan Selatan melalui kekerasan," kata Kementerian Pertahanan Jepang seperti dikutip Kyodo News.
Lihat Juga :