Merkel Kritik Langkah Twitter Suspend Akun Presiden Trump

Selasa, 12 Januari 2021 - 07:07 WIB
loading...
Merkel Kritik Langkah...
Kanselir Jerman Angela Merkel. Foto/REUTERS
A A A
BERLIN - Pemerintah Jerman mengkritik keputusan Twitter yang menutup (suspend) akun Twitter Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara permanen.

Berbicara saat konferensi pers di ibu kota Berlin, juru bicara Kanselir Jerman Angela Merkel, Steffen Seibert, mengatakan platform media sosial memikul tanggung jawab besar untuk memerangi berita palsu, tetapi dia juga menggarisbawahi pentingnya melindungi kebebasan berekspresi.

“Hak fundamental ini dapat diganggu, tetapi sebagaimana ditentukan undang-undang dan dalam batasan yang ditentukan pembuat undang-undang, tidak sesuai dengan keputusan manajemen platform media sosial,” ungkap Steffen Seibert.

"Dari sudut pandang ini, kanselir menganggap penangguhan permanen akun Presiden AS bermasalah," papar dia. (Baca Juga: Akun Twitter Disuspend, Trump Gunakan Akun @POTUS; 'Kami Tak Bisa Dibungkam!')

Twitter pada 8 Januari menangguhkan akun presiden AS, dua hari setelah massa pendukung Trump menyerbu US Capitol, yang menewaskan sedikitnya lima orang. (Lihat Infografis: Deretan Tragedi Kecelakaan Pesawat Paling Mengerikan)

"Setelah meninjau secara cermat Tweet baru-baru ini dari akun @realDonaldTrump dan konteks di sekitarnya, kami telah secara permanen menangguhkan akun tersebut karena risiko hasutan kekerasan lebih lanjut," ungkap pernyataan Twitter. (Lihat Video: PPKM Berlaku Hari Ini, Suasana di Stasiun Pasar Senen Sepi)

Trump dituduh banyak orang menghasut para pendukungnya untuk menghentikan kemampuan Kongres mengonfirmasi kemenangan pemilu Presiden terpilih Joe Biden.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jermah Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Trump Sesumbar AS Menang...
Trump Sesumbar AS Menang Besar di Iran
Daftar Lengkap Juara...
Daftar Lengkap Juara Piala Dunia dari 1930 hingga 2026, Negara Mana yang Terbanyak?
Rekomendasi
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
Polda Metro Mulai Selidiki...
Polda Metro Mulai Selidiki Laporan PWI Terhadap Hotman Paris soal Ucapan ‘Lu Punya Otak Gak?’ ke Wartawan
Cing Abdel Sudah Ikhlas...
Cing Abdel Sudah Ikhlas Lepas Temon, Kini Hanya Tersisa Kenangan Lucu
Berita Terkini
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jermah Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
4 Fakta Film Odyssey...
4 Fakta Film Odyssey yang Picu Ketegangan, dari Isu Kulit Hitam hingga Transgender
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved